Perkembangan Panel Surya

Perkembangan Panel Surya

 

Panel surya merupakan teknologi revolusioner yang telah merubah cara kita memanfaatkan energi matahari. Dan artikel ini akan membahas sejarah panel surya dari awal sampai saat ini, mengungkapkan bagaimana inovasi – inovasi telah mempengaruhi industri energi dan lingkungan.

Panel surya adalah kumpulan sel surya yang ditata sedemikian agar efektif dalam menyerap sinar matahari, sedangkan yang bertugas menyerap sinar matahari adalah sel surya. Konversi energi surya menjadi listik berawal ketika sel surya menyerap cahaya, maka akan ada pergerakan antara elektron dari positif dan negatif. Dengan pergerakan ini menciptakan arus listrik sehingga dapat digunakan untuk sumber energi alat elektronik.

Sejarah Panel Surya

Pada awalnya, konsep panel surya mungkin terdengar futuristik. Namun, ide ini telah ada sejak abad ke-19 ketika ilmuwan Alexandre-Edmond Becquerel mulai mengkaji efek fotovoltaik.

Teknologi panel surya mengalami perkembangan pesat selama abad ke-20. Sel sel surya pertama kali diproduksi pada tahun 1950-an, meskipun masih mempunyai efisiensi yang rendah. Penggunaan panel surya awalnya terbatas pada aplikasi luar angkasa, seperti satelit. Tetapi potensi panel surya untuk digunakan di Bumi belum dikenal.

Pada tahun 1954, Bell Labs menemukan panel surya yang jauh lebih efisien, mencapai tingkat konversi energi yang lebih tinggi. Dalam beberapa dekade, harga panel surya mulai turun secara signifikan, ini membuatnya lebih terjangkau bagi konsumen dan bisnis.

Pemanfaatan energi matahari sebagai sumber energi alternatif untuk mengatasi krisis energi, yang terjadi sejak tahun 1970-an mendapat perhatian yang cukup besar. Disamping jumlahnya yang tidak terbatas, pemanfaatannya juga tidak menimbulkan polusi yang dapat merusak lingkungan. Sinar matahari dapat dikonversi menjadi listrik dengan menggunakan teknologi sel surya.

Saat ini perkembangan PLTS di Indonesia telah mempunyai basis yang cukup dari aspek kebijakan. Namun pada tahap implementasi, potensi yang ada belum dimanfaatkan secara optimal. Secara teknologi, industri PV di Indonesia baru mampu dilakukan pada tahap hilir seperti memproduksi modul surya dan mengintegrasikannya menjadi PLTS, sementara sel suryanya masih impor.

Padahal panel surya merupakan komponen utama dan yang paling mahal dalam sistem PLTS. Harga yang masih tinggi menjadi isu penting dalam perkembangan industri panel surya. Berbagai teknologi pembuatan panel surya terus diteliti dan dikembangkan dalam rangka upaya penurunan harga produksi panel surya agar mampu bersain dengan sumber energi lain.

Panel surya di atap rumah, penggunaan panel surya di atap rumah semakin umum. Ini memberikan sumber daya energi bersih dan dapat mengurangi tagihan listrik. Selain menghemat uang, penggunaan panel surya dirumah juga mengurangi jejak karbon dan mendukung lingkungan.

Salah satu perkembangan terkini dalam industri panel surya merupakan teknologi penyimpanan energi, yang memungkinkan penggunaan energi matahari bahkan saat matahari tidak bersinar. Panel surya terbaru memiliki tingkat efisiensi yang lebih tinggi, menghasilkan lebih banyak energi dari area yang lebih kecil.

Panel surya telah memainkan peran penting dalam upaya global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengatasi perubahan iklim. Industri panel surya telah berkembang dengan pesar, menciptakan lapangan kerja dan peluang ekonomi baru.

Sejarah panel surya dari awal sampai sekarang telah merubah lanskap energi global. Inovasi dalam teknologi dan penurunan harga telah membuat panel surya lebih terjangkau dan berkelanjutan. Mari gunakan panel surya dengan jasa desain sampai pemasangan dari DBSN.

Artikel Lain :

Check Also

Apakah bedanya WH vs AH – Begini Penjelasanya

Apakah bedanya WH vs AH – Begini Penjelasanya Apa kamu mengerti persebdaan antara watt hours …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ada Pertanyaan?