,

Baterai OPzV 2–1000 (2V 1000Ah) untuk PLTS & Telekomunikasi

Rp1,00

Baterai OPzV 2V 1000Ah merupakan solusi penyimpanan energi industri yang dirancang untuk kebutuhan jangka panjang dengan tingkat keandalan tinggi. Baterai ini menggunakan teknologi Valve Regulated Lead Acid (VRLA) dengan elektrolit gel dan tubular plate, sehingga mampu memberikan performa stabil baik pada layanan float maupun siklus pengisian berulang. Dengan desain tertutup, baterai OPzV minim perawatan dan aman digunakan pada berbagai aplikasi energi modern, termasuk PLTS off-grid, sistem hybrid, telekomunikasi, data center, dan backup industri.

Kapasitas 1000Ah pada tegangan nominal 2V menjadikan baterai ini ideal untuk membangun bank baterai berkapasitas besar dan fleksibel. Selain itu, struktur tubular plate membantu menjaga material aktif tetap kuat, sehingga mengurangi degradasi dan memperpanjang umur pakai. Pada kondisi suhu ideal 25°C, baterai OPzV 2V 1000Ah memiliki umur desain float lebih dari 20 tahun, menjadikannya investasi yang efisien untuk sistem energi jangka panjang.

Out of stock


Baterai OPzV 2–1000 (2V 1000Ah) untuk PLTS & Telekomunikasi

Baterai OPzV 2–1000 adalah solusi baterai stasioner kelas industri yang dirancang untuk sistem energi kritis seperti PLTS off-grid, PLTS hybrid, BTS telekomunikasi, data center remote, dan sistem DC 48V/110V. Menggunakan teknologi gel VRLA dengan tubular plate, baterai ini menawarkan umur pakai panjang, stabilitas tinggi, dan kebutuhan perawatan yang sangat rendah, sehingga ideal untuk lokasi yang sulit dijangkau teknisi.

Dengan kapasitas 1000Ah pada tegangan 2V, Baterai OPzV 2–1000 memberikan fondasi yang kuat untuk membangun bank baterai berumur panjang. Produk ini dirancang mengikuti standar industri (DIN) dan dioptimalkan untuk operasi jangka panjang pada beban konstan—karakteristik yang sangat dibutuhkan pada aplikasi PLTS dan telekomunikasi.


Apa Itu Baterai OPzV 2–1000 (2V 1000Ah)?

Baterai OPzV 2–1000 merupakan baterai Valve Regulated Lead Acid (VRLA) dengan elektrolit gel dan pelat positif tubular. Kombinasi ini membuat struktur internal lebih tahan terhadap korosi, mengurangi penguapan, serta menjaga performa stabil selama ribuan siklus pemakaian.

Berbeda dengan aki konvensional atau baterai AGM, Baterai OPzV 2–1000 dirancang sebagai baterai stasioner jangka panjang. Artinya, baterai ini tidak ditujukan untuk start engine, melainkan untuk menyediakan energi secara kontinu dan andal dalam jangka waktu bertahun-tahun.

Keunggulan utama baterai OPzV terletak pada design life yang panjang, toleransi suhu yang luas, dan self-discharge yang rendah. Inilah alasan mengapa baterai ini banyak dipilih untuk proyek PLTS dan BTS di wilayah terpencil.


Spesifikasi Teknis Baterai OPzV 2–1000

Sebagai baterai industri, spesifikasi teknis menjadi faktor kunci. Berikut gambaran teknis utama Baterai OPzV 2–1000 (2V 1000Ah):

  • Tegangan nominal: 2 Volt per sel
  • Kapasitas nominal: 1000 Ah (C10)
  • Teknologi: Gel VRLA – Tubular Plate
  • Umur desain (design life): hingga ±25 tahun pada suhu 25°C
  • Arus discharge maksimum: hingga 3800 A (5 detik)
  • Internal resistance: ≤ 0,5 mΩ (full charge)
  • Arus pengisian maksimum: 200 A
  • Self-discharge: < 2% per bulan pada 20°C
  • Rentang suhu operasi:
    • Discharge: -40°C hingga 60°C
    • Charge: 0°C hingga 50°C

Spesifikasi ini menunjukkan bahwa Baterai OPzV 2–1000 tidak hanya besar secara kapasitas, tetapi juga dirancang untuk keandalan jangka panjang.


Kenapa Baterai OPzV 2–1000 Sangat Cocok untuk PLTS?

Pada sistem PLTS off-grid dan hybrid, baterai adalah jantung sistem. Kesalahan memilih baterai sering menyebabkan performa turun, biaya perawatan tinggi, bahkan kegagalan sistem. Baterai OPzV 2–1000 hadir sebagai solusi untuk masalah tersebut.

Pertama, teknologi gel tubular membuat baterai lebih tahan terhadap deep cycle. Pada PLTS, baterai sering mengalami siklus charge–discharge harian. OPzV dirancang untuk kondisi ini dengan degradasi yang jauh lebih lambat.

Kedua, stabilitas tegangan pada Baterai OPzV 2–1000 sangat membantu inverter dan peralatan DC bekerja lebih efisien. Tegangan yang stabil berarti risiko trip dan kerusakan perangkat menjadi lebih kecil.

Ketiga, minim perawatan. Tidak ada penambahan air aki, tidak perlu ventilasi kompleks seperti baterai flooded, dan cocok untuk lokasi PLTS yang jarang dikunjungi teknisi.


Aplikasi Baterai OPzV 2–1000 pada Telekomunikasi & BTS

Dalam dunia telekomunikasi, downtime bukan sekadar gangguan—melainkan kerugian besar. Karena itu, Baterai OPzV 2–1000 banyak digunakan sebagai baterai utama atau cadangan pada BTS, repeater, dan site telekomunikasi.

Karakteristik beban telekomunikasi yang konstan 24 jam sangat sesuai dengan desain OPzV. Baterai ini mampu bekerja stabil dalam mode float charging dengan umur pakai panjang. Selain itu, toleransi suhu yang luas membuatnya tetap andal di shelter BTS yang panas atau di daerah dengan iklim ekstrem.

Untuk sistem 48V DC, Baterai OPzV 2–1000 biasanya dirangkai sebanyak 24 sel, sementara untuk 110V DC digunakan 55 sel. Konfigurasi ini sudah menjadi standar di banyak proyek telekomunikasi.


Umur Pakai Panjang dan Total Cost of Ownership (TCO)

Salah satu pertanyaan paling umum adalah: apakah Baterai OPzV 2–1000 mahal? Jawabannya tergantung cara melihat biaya.

Secara harga unit, baterai OPzV memang terlihat lebih tinggi dibanding baterai AGM atau aki biasa. Namun jika dihitung berdasarkan Total Cost of Ownership (TCO), hasilnya sangat berbeda. Dengan design life hingga 25 tahun, biaya per tahun pemakaian menjadi jauh lebih rendah.

Selain itu, minimnya perawatan, rendahnya risiko penggantian dini, dan stabilitas sistem membuat Baterai OPzV 2–1000 lebih ekonomis dalam jangka panjang—terutama untuk proyek PLTS dan telekomunikasi yang dirancang beroperasi lebih dari 10 tahun.


Sistem Charging yang Benar untuk Baterai OPzV 2–1000

Agar umur pakai maksimal, Baterai OPzV 2–1000 harus dioperasikan dengan sistem pengisian yang tepat. Secara umum:

  • Float charging: sekitar 2,27 – 2,30 V per sel pada 25°C
  • Cycle charging: sekitar 2,37 – 2,40 V per sel pada 25°C
  • Diperlukan temperature compensation sekitar -3 hingga -4 mV/°C per sel

Penggunaan charger yang sesuai spesifikasi akan menjaga baterai tetap sehat, mencegah overcharge, dan memperpanjang umur operasional.


Kapan Sebaiknya Memilih Baterai OPzV 2–1000?

Baterai OPzV 2–1000 sangat direkomendasikan jika Anda memiliki kondisi berikut:

  • Sistem PLTS off-grid atau hybrid dengan target operasi jangka panjang
  • Site telekomunikasi/BTS yang sulit diakses
  • Beban DC yang bekerja 24 jam nonstop
  • Kebutuhan baterai stabil, aman, dan minim perawatan

Jika prioritas Anda adalah keandalan jangka panjang, bukan sekadar harga awal, maka Baterai OPzV 2–1000 adalah pilihan yang rasional dan profesional.


Kesimpulan Nilai Produk

Sebagai baterai stasioner industri, Baterai OPzV 2–1000 (2V 1000Ah) menawarkan kombinasi ideal antara kapasitas besar, umur pakai panjang, stabilitas tinggi, dan biaya jangka panjang yang efisien. Produk ini bukan sekadar baterai, melainkan investasi energi untuk sistem PLTS dan telekomunikasi yang andal.


Butuh Konsultasi atau Penawaran Baterai OPzV 2–1000?

Kami siap membantu Anda mulai dari perhitungan kapasitas, konfigurasi bank baterai, hingga rekomendasi teknis sesuai aplikasi PLTS atau telekomunikasi.

👉 Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp untuk konsultasi & penawaran resmi Baterai OPzV 2–1000
📲 Klik di sini untuk Chat WhatsApp sekarang

battery pack lithium lifepo4 25.6 vdc 40 ah untuk pju tenaga surya

Baterai OPzV 2V 1000Ah dirancang tidak hanya untuk kapasitas besar, tetapi juga untuk performa pengisian dan pengosongan yang stabil dalam jangka panjang. Pada sistem energi modern seperti PLTS hybrid, performa ini menjadi faktor penentu keberhasilan operasional, karena baterai harus mampu menerima energi secara efisien dan melepas daya secara konsisten saat dibutuhkan.


Performa Pengisian dan Pengosongan

Performa pengisian dan pengosongan baterai OPzV 2V 1000Ah menunjukkan karakteristik yang sangat sesuai untuk aplikasi industri dan energi terbarukan. Sistem pengisian yang tepat membantu menjaga umur pakai baterai sekaligus memastikan kapasitas optimal tetap tersedia.

Tegangan Float Charge

  • 2.25 – 2.30 V/cell pada 25°C

Tegangan float charge ini dirancang untuk penggunaan jangka panjang pada kondisi standby. Mode float sangat umum pada aplikasi telekomunikasi, UPS, dan sistem PLTS yang selalu terhubung dengan sumber pengisian. Tegangan yang stabil membantu mencegah overcharge sekaligus mengurangi laju degradasi material aktif.

Banyak praktisi sistem tenaga menilai bahwa pengaturan float charge yang tepat adalah kunci utama umur panjang baterai VRLA gel. Dalam praktik lapangan, kestabilan tegangan ini membuat baterai OPzV lebih unggul dibandingkan baterai lead acid konvensional.

Tegangan Cycle Charge

  • 2.35 – 2.40 V/cell

Untuk aplikasi siklus, seperti baterai solar cell pada sistem off-grid, tegangan cycle charge ini memungkinkan baterai mencapai kondisi penuh secara optimal. Rentang tegangan tersebut dirancang untuk mengisi ulang baterai setelah proses discharge yang dalam, tanpa merusak struktur gel maupun tubular plate.

Pengalaman di berbagai proyek menunjukkan bahwa baterai OPzV mampu mempertahankan kapasitas meskipun sering mengalami siklus pengisian dan pengosongan. Hal ini menjadi nilai tambah untuk aplikasi energi terbarukan yang bergantung pada pola cuaca.

Arus Pengisian Maksimum

  • 200 A

Arus pengisian maksimum yang relatif besar memungkinkan proses charging berlangsung lebih efisien, terutama pada sistem dengan kapasitas panel surya atau genset yang memadai. Namun, pengaturan arus tetap harus disesuaikan dengan kondisi suhu dan state of charge untuk menjaga performa jangka panjang.

Dalam pandangan praktisi, fleksibilitas arus pengisian ini memberikan keleluasaan dalam desain sistem PLTS hybrid, karena baterai mampu beradaptasi dengan berbagai sumber energi.

Arus Discharge Maksimum

  • 3800 A (5 detik)

Kemampuan discharge arus sangat tinggi dalam waktu singkat membuat baterai OPzV 2V 1000Ah ideal untuk beban lonjakan, seperti starting equipment industri atau sistem backup kritikal. Karakteristik ini jarang ditemukan pada baterai kapasitas besar yang berumur panjang.

Internal Resistance Rendah

  • ±0.27 mΩ

Internal resistance yang rendah berkontribusi langsung pada efisiensi energi. Semakin kecil resistansi internal, semakin sedikit energi yang terbuang sebagai panas. Dalam sistem energi modern, efisiensi ini berdampak langsung pada performa keseluruhan dan biaya operasional.

Beberapa engineer berpendapat bahwa resistansi internal yang rendah adalah salah satu indikator kualitas baterai industri. Pada OPzV, parameter ini menunjukkan desain internal yang solid dan konsisten.


Ketahanan Suhu dan Umur Pakai

Selain performa listrik, ketahanan suhu menjadi faktor krusial dalam menentukan umur pakai baterai. Baterai OPzV 2V 1000Ah dirancang untuk bekerja pada rentang suhu yang luas, menjadikannya cocok untuk berbagai kondisi lingkungan.

Suhu Operasi Discharge

  • -40°C hingga 70°C

Rentang suhu ini memungkinkan baterai tetap berfungsi pada kondisi ekstrem, baik di daerah dingin maupun panas. Pada aplikasi PLTS di lokasi terpencil, kemampuan ini memberikan rasa aman karena sistem tetap dapat beroperasi meskipun lingkungan tidak ideal.

Suhu Pengisian

  • 0°C hingga 50°C

Proses pengisian membutuhkan kontrol suhu yang lebih ketat. Pada rentang ini, baterai dapat menerima arus pengisian tanpa risiko kerusakan pada elektrolit gel atau struktur tubular plate.

Suhu Penyimpanan

  • -20°C hingga 60°C

Rentang suhu penyimpanan yang luas memudahkan logistik dan instalasi proyek. Baterai dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu tanpa penurunan kualitas yang signifikan, asalkan prosedur pengisian berkala tetap dilakukan.

Pengaruh Suhu terhadap Kapasitas dan Umur Float

Suhu memiliki pengaruh langsung terhadap kapasitas dan umur float baterai. Pada suhu lebih tinggi dari 25°C, kapasitas cenderung meningkat, tetapi umur float dapat menurun. Sebaliknya, pada suhu rendah, kapasitas berkurang namun umur pakai bisa lebih panjang.

Banyak ahli sistem energi menyarankan agar suhu operasi dijaga sedekat mungkin dengan 25°C. Pendekatan ini dinilai paling seimbang antara performa dan umur pakai baterai VRLA gel tubular.

Faktor Koreksi Tegangan

  • -3 mV/°C/cell

Faktor koreksi ini penting untuk menjaga baterai tetap berada pada kondisi optimal saat suhu berubah. Dengan menyesuaikan tegangan pengisian berdasarkan suhu, risiko overcharge maupun undercharge dapat diminimalkan.

Dalam praktik, penerapan kompensasi suhu sering kali diabaikan, padahal dampaknya sangat signifikan terhadap umur baterai. Pada sistem yang dirancang dengan baik, fitur ini menjadi standar wajib.

Dengan kombinasi performa pengisian yang stabil, kemampuan discharge tinggi, serta ketahanan suhu yang luas, baterai ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai baterai industri long life. Tidak berlebihan jika banyak praktisi energi menilai bahwa Baterai OPzV 2V 1000Ah adalah solusi ideal untuk sistem energi modern yang menuntut keandalan tinggi dari awal hingga akhir masa operasional Baterai OPzV 2V 1000Ah.

battery pack lithium lifepo4 25.6 vdc 40 ah untuk pju tenaga surya

Baterai OPzV 2V 1000Ah dikenal luas sebagai baterai industri yang memiliki karakteristik kapasitas dan siklus sangat stabil untuk kebutuhan energi jangka panjang. Pada sistem energi modern, pemahaman terhadap perilaku kapasitas, siklus hidup, serta pola penggunaan menjadi kunci agar investasi baterai benar-benar optimal, baik untuk aplikasi PLTS, telekomunikasi, maupun sistem backup kritikal.


Karakteristik Kapasitas dan Siklus

Karakteristik kapasitas pada baterai OPzV 2V 1000Ah dirancang agar tetap konsisten meskipun digunakan dalam berbagai skenario operasional. Hal ini menjadi keunggulan utama dibandingkan baterai lead acid konvensional yang umumnya lebih sensitif terhadap suhu dan pola pemakaian.

Kapasitas Meningkat pada Suhu di Atas 25°C

Pada suhu di atas 25°C, kapasitas baterai OPzV cenderung meningkat. Kondisi ini disebabkan oleh reaksi kimia di dalam sel yang berlangsung lebih aktif pada temperatur yang lebih hangat. Dalam konteks aplikasi lapangan, fenomena ini sering ditemui pada sistem PLTS di wilayah tropis.

Namun, peningkatan kapasitas ini perlu diimbangi dengan pengendalian suhu yang baik. Banyak ahli baterai menekankan bahwa meskipun kapasitas naik, suhu tinggi yang berlangsung terus-menerus dapat mempercepat penurunan umur float. Seperti dikemukakan oleh seorang pakar sistem penyimpanan energi, “suhu yang lebih tinggi memang meningkatkan kapasitas sesaat, tetapi manajemen termal tetap menjadi faktor utama dalam menjaga umur panjang baterai VRLA.”

Self-Discharge Rendah

Salah satu nilai jual utama baterai OPzV 2V 1000Ah adalah tingkat self-discharge yang rendah, kurang dari 2% per bulan pada suhu normal. Karakteristik ini sangat menguntungkan untuk sistem energi cadangan atau instalasi yang tidak selalu aktif setiap hari.

Dengan self-discharge rendah, baterai tetap berada pada kondisi siap pakai meskipun disimpan atau berada dalam mode standby. Hal ini menjadikan baterai VRLA gel tubular sangat cocok untuk aplikasi industri dan telekomunikasi yang menuntut keandalan tinggi.

Pengaruh DOD terhadap Siklus Hidup

Depth of Discharge (DOD) memiliki pengaruh besar terhadap siklus hidup baterai. Semakin dalam baterai dikosongkan, semakin pendek jumlah siklus yang dapat dicapai. Pada baterai OPzV, desain tubular plate dan elektrolit gel membantu meminimalkan dampak negatif dari DOD yang tinggi.

Sebagai gambaran umum:

  • DOD rendah (20–30%) menghasilkan jumlah siklus yang sangat tinggi
  • DOD menengah (50%) masih memberikan keseimbangan antara kapasitas dan umur
  • DOD tinggi (80–100%) sebaiknya dibatasi untuk kondisi tertentu

Pendekatan ini sering diterapkan pada sistem PLTS hybrid, di mana baterai tidak selalu dikosongkan secara penuh. Banyak praktisi berpendapat bahwa mengatur DOD secara bijak adalah cara paling efektif untuk memperpanjang umur baterai industri long life.

Cocok untuk Aplikasi Cyclic & Float Service

Baterai OPzV 2V 1000Ah dirancang untuk bekerja optimal pada dua mode utama, yaitu cyclic service dan float service. Pada mode cyclic, baterai mampu menangani pengisian dan pengosongan berulang tanpa penurunan performa signifikan. Sementara itu, pada mode float, baterai tetap stabil dalam jangka panjang dengan degradasi minimal.

Kombinasi ini menjadikan OPzV sebagai baterai yang fleksibel untuk berbagai kebutuhan energi modern.


Aplikasi Baterai OPzV 2V 1000Ah

Dengan karakteristik kapasitas dan siklus yang unggul, baterai OPzV 2V 1000Ah digunakan pada berbagai sektor strategis yang membutuhkan keandalan tinggi.

Sistem PLTS Off-Grid & Hybrid

Pada sistem PLTS off-grid, baterai menjadi pusat penyimpanan energi. Kapasitas besar dan umur panjang OPzV membuatnya ideal untuk menyimpan energi surya yang fluktuatif. Pada sistem hybrid, baterai ini mampu bekerja selaras dengan genset atau jaringan PLN.

Solar + Wind Power System

Kombinasi energi surya dan angin membutuhkan baterai yang tahan terhadap pola pengisian tidak menentu. OPzV dikenal stabil pada kondisi ini karena mampu menangani variasi arus dan siklus tanpa kehilangan kapasitas secara drastis.

Telekomunikasi & BTS

Pada sektor telekomunikasi, keandalan adalah segalanya. Baterai OPzV 2V 1000Ah banyak digunakan sebagai baterai backup BTS karena self-discharge rendah dan umur float yang panjang. Seorang konsultan telekomunikasi menyatakan, “baterai OPzV memberikan rasa aman karena performanya konsisten bahkan setelah bertahun-tahun operasi.”

UPS Industri dan Data Center

UPS industri dan data center membutuhkan baterai yang mampu memberikan daya instan saat listrik utama padam. Dengan internal resistance rendah dan kemampuan discharge tinggi, OPzV mampu memenuhi kebutuhan ini dengan baik.

Sistem Energi Cadangan Jangka Panjang

Untuk sistem energi cadangan jangka panjang, seperti fasilitas industri dan infrastruktur kritikal, baterai OPzV menjadi pilihan karena biaya kepemilikan jangka panjangnya relatif rendah dibandingkan penggantian baterai yang sering.


Perawatan dan Rekomendasi Operasional

Agar performa dan umur baterai tetap optimal, perawatan yang tepat sangat dianjurkan.

Inspeksi Tegangan Bulanan

Pemeriksaan tegangan setiap bulan membantu mendeteksi ketidakseimbangan antar sel sejak dini. Langkah ini sederhana, tetapi sangat efektif dalam mencegah kerusakan lebih lanjut.

Equalization Charge Tiap 3 Bulan

Equalization charge secara berkala membantu menyamakan kondisi setiap sel baterai. Proses ini penting terutama pada sistem dengan banyak baterai yang dirangkai seri.

Panduan Pengisian Setelah Penyimpanan Lama

Jika baterai disimpan dalam waktu lama, pengisian ulang sebelum digunakan sangat dianjurkan. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan kondisi optimal dan mencegah sulfasi.

Faktor yang Memengaruhi Usia Baterai

Beberapa faktor utama yang memengaruhi usia baterai antara lain:

  • Suhu lingkungan
  • Kedalaman pengosongan (DOD)
  • Metode dan tegangan pengisian
  • Frekuensi perawatan

Sebagai rangkuman nilai tambah, OPzV2-1000 menawarkan kapasitas stabil, umur panjang, dan fleksibilitas aplikasi yang luas. Bagi kebutuhan sistem energi modern, baterai ini sering dipilih karena memberikan keseimbangan antara performa teknis dan efisiensi investasi. Untuk perencanaan sistem yang tepat, konsultasi teknis dan pemilihan konfigurasi baterai sangat disarankan agar manfaatnya maksimal hingga akhir masa pakai Baterai OPzV 2V 1000Ah.

battery pack lithium lifepo4 25.6 vdc 40 ah untuk pju tenaga surya

FAQ SEO (People Also Ask – Optimized)

Apa itu baterai OPzV 2V 1000Ah?

Baterai OPzV 2V 1000Ah adalah baterai VRLA gel dengan pelat tubular yang dirancang untuk aplikasi stasioner seperti PLTS dan telekomunikasi. Baterai ini memiliki umur pakai panjang, stabilitas tinggi, dan minim perawatan.


Apakah baterai OPzV cocok untuk PLTS off-grid?

Ya. Baterai OPzV sangat cocok untuk PLTS off-grid karena tahan terhadap siklus charge–discharge harian, stabil pada beban konstan, serta memiliki self-discharge rendah sehingga ideal untuk lokasi terpencil.


Berapa umur pakai baterai OPzV 2V 1000Ah?

Umur desain baterai OPzV dapat mencapai hingga 25 tahun pada suhu operasi ideal 25°C, tergantung pola penggunaan, sistem charging, dan kedalaman discharge (DoD).


Apa keunggulan baterai OPzV dibanding AGM?

Baterai OPzV memiliki siklus hidup lebih panjang, toleransi suhu lebih baik, dan performa lebih stabil untuk penggunaan jangka panjang dibanding baterai AGM, terutama pada sistem PLTS dan BTS.


Berapa konfigurasi baterai OPzV untuk sistem 48V?

Untuk sistem 48V DC, diperlukan 24 unit baterai OPzV 2V yang dirangkai secara seri agar mencapai tegangan kerja standar sistem PLTS dan telekomunikasi.


Apakah baterai OPzV membutuhkan perawatan rutin?

Tidak. Baterai OPzV bersifat maintenance-free karena menggunakan elektrolit gel dan sistem VRLA, sehingga tidak memerlukan penambahan air aki secara berkala.


Berapa tegangan charging yang aman untuk baterai OPzV?

Tegangan float charging baterai OPzV berada di kisaran 2,27–2,30 V per sel, sedangkan cycle charging sekitar 2,37–2,40 V per sel pada suhu 25°C.


Apakah baterai OPzV aman digunakan di suhu ekstrem?

Ya. Baterai OPzV dirancang untuk beroperasi pada rentang suhu luas, mulai dari sekitar -40°C hingga 60°C, sehingga cocok untuk area dengan kondisi lingkungan ekstrem.

Weight 20 kg

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Baterai OPzV 2–1000 (2V 1000Ah) untuk PLTS & Telekomunikasi”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like…

//
Tim dukungan pelanggan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja!