Baterai Trojan 6V 225Ah vs 240Ah: Bagaimana Memilih Kapasitas yang Tepat?

Baterai Trojan 6V 225Ah vs 240Ah: Mana yang Lebih Tepat untuk Kebutuhan Anda?

Memilih baterai Trojan 6V 225Ah vs 240Ah sebaiknya tidak dilakukan hanya berdasarkan anggapan bahwa angka Ah yang lebih besar pasti selalu lebih baik. Kapasitas memang menjadi salah satu parameter utama, tetapi pada baterai deep-cycle terdapat sejumlah faktor lain yang perlu diperhatikan, seperti discharge rate, kebutuhan runtime, dimensi, bobot, konfigurasi battery bank, sistem charging, dan kompatibilitas dengan instalasi existing.

Sebagai contoh, Trojan T-105 Plus memiliki kapasitas 225Ah pada 20-hour rate, sedangkan Trojan T-125 memiliki kapasitas 240Ah pada 20-hour rate. Selisih keduanya adalah 15Ah atau sekitar 6,7%.

Secara angka, Trojan T-125 memang menawarkan kapasitas yang lebih besar. Data discharge yang tercantum dalam datasheet juga menunjukkan waktu discharge yang lebih panjang pada pengujian 25A maupun 75A.

Namun, Trojan T-105 Plus memiliki berat yang lebih ringan dan memiliki karakteristik fisik serta sistem penutup yang berbeda.

Karena itu, pertanyaan yang tepat bukan hanya:

“Mana yang kapasitasnya lebih besar?”

Tetapi:

“Mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan sistem saya?”

Artikel ini membahas perbedaan baterai Trojan 225Ah dan 240Ah secara teknis tetapi tetap mudah dipahami.


af2c431f 67e6 4e5e 8232 bc942bb205c5Apa Arti Kapasitas 225Ah dan 240Ah pada Baterai Trojan?

Ah adalah singkatan dari Ampere-hour.

Secara sederhana, Ah digunakan sebagai salah satu parameter untuk menyatakan kapasitas baterai.

Namun, pada baterai deep-cycle, angka Ah harus selalu dibaca bersama hour rate.

Contohnya:

Trojan T-105 Plus

Kapasitas pada 20-hour rate:

225Ah @20Hr

Trojan T-125

Kapasitas pada 20-hour rate:

240Ah @20Hr

Karena keduanya menggunakan rating yang sama, yaitu 20-hour rate, perbandingan 225Ah dan 240Ah dapat dilakukan secara langsung.

Selisih kapasitasnya:

240Ah – 225Ah = 15Ah

Jika dihitung berdasarkan kapasitas T-105 Plus:

15 ÷ 225 × 100% = sekitar 6,7%

Artinya, pada 20-hour rate, T-125 memiliki kapasitas sekitar 6,7% lebih besar dibanding T-105 Plus.


Perbandingan Kapasitas Trojan T-105 Plus dan T-125

Kapasitas baterai tidak hanya dicantumkan pada satu discharge rate.

Berikut data berdasarkan datasheet:

Capacity Rating Trojan T-105 Plus Trojan T-125
5Hr 185Ah 195Ah
10Hr 207Ah Tidak dicantumkan
20Hr 225Ah 240Ah
100Hr 250Ah 266Ah

Dari tabel tersebut terlihat bahwa T-125 memiliki kapasitas lebih tinggi pada setiap rating yang dapat dibandingkan secara langsung.


Perbandingan pada 5-Hour Rate

Trojan T-105 Plus:

185Ah

Trojan T-125:

195Ah

Selisih:

10Ah

Secara persentase:

sekitar 5,4% lebih besar pada T-125.


Perbandingan pada 20-Hour Rate

Trojan T-105 Plus:

225Ah

Trojan T-125:

240Ah

Selisih:

15Ah

Persentasenya sekitar:

6,7%


Perbandingan pada 100-Hour Rate

Trojan T-105 Plus:

250Ah

Trojan T-125:

266Ah

Selisih:

16Ah

atau sekitar:

6,4%

Dengan demikian, berdasarkan tiga rating yang dapat dibandingkan, T-125 konsisten memiliki kapasitas lebih besar.


Mengapa Kapasitas Ah Berubah Berdasarkan Hour Rate?

Inilah salah satu konsep penting dalam memahami baterai deep-cycle.

Perhatikan Trojan T-125:

  • 195Ah @5Hr
  • 240Ah @20Hr
  • 266Ah @100Hr

Sementara T-105 Plus:

  • 185Ah @5Hr
  • 207Ah @10Hr
  • 225Ah @20Hr
  • 250Ah @100Hr

Mengapa satu baterai dapat mempunyai beberapa angka kapasitas?

Karena kemampuan baterai memberikan energi dipengaruhi oleh kecepatan discharge.

Ketika baterai diminta mengeluarkan energi dengan lebih cepat, kapasitas efektif yang tersedia dapat lebih rendah.

Ketika proses discharge berlangsung lebih lambat, kapasitas yang tercatat dapat lebih tinggi.

Ini menjelaskan mengapa angka Ah tidak boleh berdiri sendiri.

Ketika membandingkan baterai, bandingkan:

225Ah @20Hr dengan 240Ah @20Hr

bukan:

225Ah @20Hr dengan 195Ah @5Hr.

Perbandingan harus menggunakan kondisi rating yang sama.


Apakah 240Ah Otomatis 6,7% Lebih Lama?

Belum tentu.

Selisih kapasitas 6,7% berasal dari perbandingan rating 20Hr.

Runtime sebenarnya dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain:

  • discharge current;
  • temperatur;
  • kondisi baterai;
  • state of charge;
  • umur baterai;
  • voltage cut-off;
  • kondisi terminal;
  • kualitas sambungan;
  • losses pada sistem.

Karena itu, tidak tepat mengatakan bahwa baterai 240Ah akan selalu bertahan tepat 6,7% lebih lama dalam semua aplikasi.

Untuk mendapatkan gambaran lebih baik, kita dapat melihat data discharge current yang disediakan Trojan.


Baca Juga – Interlink ±700 Kata

Untuk membandingkan kapasitas sekaligus dimensi, berat, terminal, energi dan charging, baca artikel utama:

Perbandingan Trojan T-125 Plus vs T-105 Plus: Mana yang Lebih Sesuai?


Perbandingan Runtime Trojan T-105 Plus dan T-125

Trojan mencantumkan capacity in minutes pada discharge current tertentu.

Ada dua titik yang dapat dibandingkan langsung:

  • 25 Ampere;
  • 75 Ampere.

Runtime pada Discharge 25 Ampere

Trojan T-105 Plus:

447 menit

Trojan T-125:

488 menit

Selisihnya:

41 menit

Jika dikonversi:

T-105 Plus:

447 menit ≈ 7 jam 27 menit

T-125:

488 menit ≈ 8 jam 8 menit

Perbedaan sekitar:

41 menit

Dalam kondisi pengujian tersebut, T-125 menghasilkan runtime sekitar 9% lebih panjang.

Namun perlu digarisbawahi bahwa angka ini merupakan hasil berdasarkan kondisi pengujian datasheet, bukan jaminan bahwa setiap aplikasi akan menghasilkan runtime identik.


Runtime pada Discharge 75 Ampere

Pada discharge current yang lebih tinggi:

Trojan T-105 Plus:

115 menit

Trojan T-125:

132 menit

Selisih:

17 menit

T-105 Plus:

sekitar 1 jam 55 menit

T-125:

sekitar 2 jam 12 menit

Secara relatif, T-125 memberikan waktu sekitar 14,8% lebih panjang pada kondisi pengujian tersebut.

Data ini memperlihatkan hal menarik.

Walaupun kapasitas @20Hr hanya berbeda sekitar 6,7%, perbedaan runtime pada tingkat discharge tertentu dapat menjadi lebih besar.

Karena itu, pembeli sebaiknya tidak hanya menanyakan:

“Berapa Ah?”

Tetapi juga memahami karakteristik discharge baterai.


Perbandingan Energy Rating

Selain Ah dan runtime, datasheet kedua baterai juga mencantumkan energy rating pada 100-hour rate.

Trojan T-105 Plus

1,50 kWh

Trojan T-125

1,60 kWh

Selisih:

0,10 kWh per baterai

Secara persentase:

sekitar 6,7%

Hal ini sejalan dengan selisih kapasitas nominal pada 20-hour rate yang juga sekitar 6–7%.

Namun, nilai 1,50 kWh dan 1,60 kWh tersebut merupakan nilai berdasarkan rating dan metode pengujian yang disebutkan pada datasheet.

Jangan menganggap seluruh energi tersebut otomatis menjadi usable energy di semua aplikasi.


Perbandingan Dimensi Baterai

Kapasitas lebih besar bukan satu-satunya perbedaan.

Ukuran kedua baterai juga sedikit berbeda.

Trojan T-105 Plus

262 × 181 × 283 mm

Trojan T-125

264 × 181 × 276 mm

Dengan demikian:

T-105 Plus:

  • lebih pendek sekitar 2 mm;
  • memiliki lebar sama;
  • lebih tinggi sekitar 7 mm.

T-125:

  • sedikit lebih panjang;
  • tetapi lebih rendah.

Perbedaan tersebut memang tidak besar, tetapi tetap penting jika baterai dipasang dalam:

  • battery tray;
  • battery box;
  • kabinet;
  • kendaraan;
  • rack dengan clearance terbatas.

Perbandingan Berat 225Ah vs 240Ah

Trojan T-105 Plus memiliki berat sekitar:

28 kg

Sedangkan T-125:

30 kg

Selisih:

2 kg per baterai

Untuk satu unit, selisih tersebut mungkin terasa kecil.

Namun, jika menggunakan delapan baterai:

8 × T-105 Plus

8 × 28 kg:

224 kg

8 × T-125

8 × 30 kg:

240 kg

Selisih:

16 kg

Belum termasuk:

  • battery rack;
  • kabel;
  • intercell connector;
  • proteksi;
  • fuse;
  • MCCB;
  • enclosure.

Karena itu, pemilihan baterai juga dapat memengaruhi perencanaan mekanikal.


Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Kapasitas terhadap Berat?

Jika hanya melihat kapasitas 20Hr:

T-105 Plus:

225Ah dengan berat 28 kg.

T-125:

240Ah dengan berat 30 kg.

T-125 memberikan tambahan:

15Ah

dengan tambahan berat:

2 kg

Artinya, pengguna memperoleh kapasitas lebih tinggi tetapi juga harus menerima peningkatan bobot.

Pada kendaraan, equipment, atau battery rack tertentu, tambahan berat dapat menjadi bagian dari pertimbangan.


Baca Juga – Interlink ±1.400 Kata

Jika baterai 6V akan digunakan untuk membentuk sistem tegangan lebih tinggi, pelajari:

Cara Membuat Battery Bank Trojan 48V Menggunakan Baterai 6V


Trojan 225Ah vs 240Ah untuk Battery Bank 48V

Baik T-105 Plus maupun T-125 sama-sama memiliki nominal voltage:

6 Volt

Untuk mendapatkan sistem 48V:

48V ÷ 6V = 8 unit

Artinya, satu string 48V membutuhkan delapan baterai.


Konfigurasi T-105 Plus

8 × 6V:

48V

Kapasitas string:

225Ah @20Hr

Jadi:

8 × Trojan T-105 Plus = 48V 225Ah


Konfigurasi T-125

8 × 6V:

48V

Kapasitas string:

240Ah @20Hr

Hasilnya:

48V 240Ah


Mengapa Kapasitas Tidak Menjadi 1.920Ah?

Ini merupakan kesalahan yang cukup sering terjadi.

Jika delapan baterai 240Ah digunakan:

Kesalahan:

8 × 240Ah = 1.920Ah

Perhitungan tersebut tidak berlaku untuk satu string seri.

Pada hubungan seri:

Voltage bertambah.

Sedangkan:

Ah tetap.

Jadi:

8 × baterai 6V 240Ah secara seri menjadi:

48V 240Ah

bukan:

48V 1.920Ah.

Demikian pula T-105 Plus:

8 × 6V 225Ah:

48V 225Ah


Apakah 240Ah Lebih Baik untuk Sistem 48V?

Jika kebutuhan sistem membutuhkan kapasitas lebih besar, T-125 tentu memberikan keunggulan angka.

Satu string T-125:

48V 240Ah

Satu string T-105 Plus:

48V 225Ah

Selisih:

15Ah

Namun keputusan tetap harus memperhatikan:

  • kebutuhan beban;
  • target runtime;
  • ruang baterai;
  • berat;
  • charger;
  • terminal;
  • kondisi sistem existing.

Jika 225Ah sudah mencukupi kebutuhan, tidak selalu ada alasan teknis untuk memaksakan penggunaan kapasitas lebih besar.


Bagaimana Charging Trojan 225Ah dan 240Ah?

Berdasarkan datasheet kedua model, charger voltage setting yang dicantumkan sama pada temperatur referensi 25°C.

Untuk Sistem 6V

Daily Charge:

7,40V

Float:

6,60V

Equalize:

7,75V


Untuk Sistem 12V

Daily:

14,8V

Float:

13,2V

Equalize:

15,5V


Untuk Sistem 24V

Daily:

29,6V

Float:

26,4V

Equalize:

31,0V


Untuk Sistem 36V

Daily:

44,4V

Float:

39,6V

Equalize:

46,5V


Untuk Sistem 48V

Daily:

59,2V

Float:

52,8V

Equalize:

62,0V

Dengan demikian, voltage charging yang dicantumkan pada kedua datasheet tidak menjadi pembeda utama antara T-105 Plus dan T-125.

Namun charger tetap harus diperiksa berdasarkan sistem aktual.


Mengapa Charging Sangat Penting?

Trojan secara khusus mengingatkan bahwa undercharging maupun overcharging secara terus-menerus dapat merusak baterai dan memperpendek masa pakainya.

Baterai deep-cycle bukan berarti dapat di-charge menggunakan sembarang charger.

Pastikan:

  • voltage charging sesuai;
  • float voltage sesuai;
  • equalization dilakukan dengan prosedur benar;
  • temperatur diperhatikan;
  • sistem charger kompatibel dengan flooded lead-acid battery.

Baca Juga – Interlink ±2.100 Kata

Untuk memahami parameter charging secara khusus, baca:

Cara Charging Baterai Trojan 6V T-105 Plus dan T-125


Keduanya Merupakan Flooded / Wet Lead-Acid Battery

Trojan T-105 Plus dan T-125 sama-sama diklasifikasikan sebagai:

Flooded / wet lead-acid battery

Ini penting karena keduanya bukan baterai sealed VRLA AGM.

Karena itu, pemasangan dan maintenance harus mengikuti karakteristik baterai flooded.

Datasheet kedua model juga memperingatkan agar baterai tidak dipasang atau di-charge pada ruang tertutup atau tidak memiliki ventilasi.

Ventilasi menjadi bagian penting dari:

  • battery room;
  • battery cabinet;
  • area charging;
  • tempat penyimpanan.

Temperatur Operasional

Kedua datasheet mencantumkan temperatur operasi:

-20°C sampai +45°C

Pada temperatur di bawah 0°C, Trojan menyarankan state of charge dipertahankan lebih dari 60%.

Grafik capacity versus temperature pada halaman kedua kedua datasheet juga menunjukkan bahwa kapasitas tersedia berubah seiring temperatur.

Jadi, ketika membandingkan baterai 225Ah dan 240Ah, temperatur operasional tetap harus menjadi bagian dari evaluasi.


Self-Discharge

Trojan mencantumkan self-discharge:

5–15% per bulan

tergantung temperatur penyimpanan.

Artinya, baterai yang disimpan selama beberapa bulan tanpa digunakan tetap dapat kehilangan sebagian charge.

Karena itu, stock battery harus tetap dipantau.


Perbedaan Praktis T-105 Plus dan T-125

Selain kapasitas, terdapat perbedaan lain yang dapat menjadi pertimbangan.

T-105 Plus

Datasheet mencantumkan:

  • Flip Top;
  • Single-Point Watering Kit.

T-125

Datasheet mencantumkan:

  • Bayonet Cap.

Ini adalah salah satu alasan mengapa replacement tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan Ah.


Pilih 225Ah atau 240Ah?

Gunakan pendekatan berikut.

Pertimbangkan T-125 240Ah jika:

  • membutuhkan kapasitas lebih besar;
  • runtime berdasarkan data discharge menjadi prioritas;
  • tambahan bobot 2 kg per unit masih dapat diterima;
  • dimensi sesuai battery tray;
  • seluruh sistem mendukung konfigurasi tersebut.

Pertimbangkan T-105 Plus 225Ah jika:

  • kapasitas 225Ah sudah memenuhi kebutuhan;
  • menginginkan bobot lebih ringan;
  • existing system menggunakan T-105 Plus;
  • Flip Top atau watering configuration existing perlu dipertahankan;
  • kompatibilitas fisik lebih penting daripada tambahan kapasitas.

Apakah T-105 Plus Bisa Diganti dengan T-125?

Secara nominal, keduanya sama-sama 6V.

Tetapi jangan langsung mengganti hanya berdasarkan voltage.

Periksa:

Kapasitas

225Ah vs 240Ah.

Dimensi

262 × 181 × 283 mm vs 264 × 181 × 276 mm.

Berat

28 kg vs 30 kg.

Terminal

Pastikan connector sesuai.

Battery Bank

Jika baterai digunakan dalam satu string, kondisi baterai lain harus diperiksa.

Charger

Pastikan charging profile sesuai.

Tray

Pastikan ukuran fisik baterai masuk dengan aman.


Kesalahan Saat Memilih Baterai Deep Cycle

1. Menganggap Ah Lebih Besar Selalu Lebih Baik

Kapasitas lebih besar memang memberikan keuntungan tertentu, tetapi belum tentu merupakan replacement yang paling sesuai.

2. Tidak Memperhatikan Hour Rate

225Ah @20Hr harus dibandingkan dengan 240Ah @20Hr.

3. Tidak Memeriksa Dimensi

Selisih beberapa milimeter dapat berpengaruh pada tray tertentu.

4. Tidak Memeriksa Berat

Pada banyak unit, selisih bobot dapat menjadi signifikan.

5. Mengabaikan Terminal

Intercell connector harus kompatibel.

6. Menganggap Flooded Battery Maintenance-Free

Tidak tepat. Kedua baterai merupakan flooded/wet lead-acid battery.

7. Menggunakan Ruang Tanpa Ventilasi

Trojan memberikan peringatan khusus mengenai ventilasi.


Checklist Sebelum Membeli Trojan 225Ah atau 240Ah

Sebelum memutuskan, siapkan informasi berikut:

  1. Voltage sistem.
  2. Model baterai existing.
  3. Kapasitas existing.
  4. Jumlah unit.
  5. Target runtime.
  6. Beban.
  7. Dimensi battery tray.
  8. Jenis terminal.
  9. Charger.
  10. Lokasi instalasi.
  11. Temperatur.
  12. Sistem ventilasi.
  13. Kondisi battery rack.
  14. Kebutuhan handling.

Dengan data tersebut, pemilihan kapasitas dapat dilakukan secara lebih akurat.


FAQ Baterai Trojan 225Ah vs 240Ah

Mana yang memiliki kapasitas lebih besar?

T-125 memiliki 240Ah @20Hr, sedangkan T-105 Plus memiliki 225Ah @20Hr.

Berapa selisih kapasitasnya?

15Ah atau sekitar 6,7%.

Mana yang runtime-nya lebih lama?

Berdasarkan data discharge yang tersedia, T-125 memiliki runtime lebih panjang pada pengujian 25A maupun 75A.

Berapa runtime pada 25A?

T-105 Plus sekitar 447 menit.

T-125 sekitar 488 menit.

Berapa runtime pada 75A?

T-105 Plus sekitar 115 menit.

T-125 sekitar 132 menit.

Mana yang lebih ringan?

T-105 Plus sekitar 28 kg, sedangkan T-125 sekitar 30 kg.

Berapa unit baterai 6V untuk 48V?

Delapan unit yang disusun seri.

Apakah Ah ikut dikalikan delapan?

Tidak. Dalam satu string seri, voltage bertambah sedangkan kapasitas Ah tetap.

Apakah charging voltage keduanya berbeda?

Berdasarkan kedua datasheet, voltage charging yang dicantumkan sama.


Kesimpulan: Trojan 225Ah atau 240Ah?

Baterai Trojan 6V 225Ah vs 240Ah memiliki perbedaan utama pada kapasitas dan performa discharge.

Trojan T-105 Plus memiliki:

225Ah @20Hr

sementara Trojan T-125:

240Ah @20Hr

Selisihnya sekitar:

15Ah atau 6,7%

T-125 juga memiliki kapasitas lebih tinggi pada 5-hour dan 100-hour rate.

Pada discharge 25A:

T-105 Plus: 447 menit

T-125: 488 menit

Pada discharge 75A:

T-105 Plus: 115 menit

T-125: 132 menit

Energy rating yang dicantumkan:

T-105 Plus: 1,50 kWh @100Hr

T-125: 1,60 kWh @100Hr

Dari sisi kapasitas dan data runtime, T-125 memiliki keunggulan.

Namun, T-105 Plus lebih ringan sekitar 2 kg per unit dan mungkin lebih sesuai jika sistem existing memang dirancang untuk T-105 Plus.

Karena itu, pilihan terbaik harus mempertimbangkan lebih dari sekadar Ah.

Perhatikan:

  • kebutuhan runtime;
  • discharge rate;
  • dimensi;
  • berat;
  • terminal;
  • charger;
  • battery bank;
  • maintenance;
  • instalasi existing.

Jika prioritas utama adalah kapasitas lebih besar, T-125 240Ah menjadi pilihan yang lebih menarik berdasarkan data yang tersedia.

Jika 225Ah sudah mencukupi dan compatibility dengan sistem existing lebih penting, T-105 Plus tetap menjadi pilihan yang relevan.

Konsultasi Baterai Trojan Deep Cycle

Untuk konsultasi pemilihan Trojan T-105 Plus 225Ah atau Trojan T-125 240Ah, siapkan foto baterai existing, jumlah unit, tipe terminal, voltage sistem, charger dan kebutuhan runtime.

Kunjungi:

www.solusibattery.com

PT Daya Berkah Sentosa Nusantara

Kami membantu pengecekan kebutuhan baterai deep-cycle dan battery bank berdasarkan data sistem yang Anda miliki.

Data kapasitas, runtime, dimensi, bobot, tipe flooded, temperatur operasi, self-discharge dan charging dalam artikel mengikuti datasheet masing-masing produk. T-105 Plus tercatat 225Ah @20Hr dengan bobot 28 kg, sedangkan T-125 240Ah @20Hr dengan bobot 30 kg.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

//
Tim dukungan pelanggan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja!