Cara Menyusun Baterai 6V Menjadi Battery Bank 48V: Panduan Seri, Kapasitas dan Charging
Sistem battery bank 48V banyak digunakan pada berbagai sistem tenaga DC yang membutuhkan tegangan lebih tinggi dibandingkan satu unit baterai. Salah satu cara mendapatkan tegangan nominal 48V adalah dengan menyusun beberapa baterai bertegangan 6V secara seri.
Secara prinsip rangkaian listrik, jika delapan unit baterai 6V dihubungkan secara seri, tegangan setiap baterai akan dijumlahkan:
6V + 6V + 6V + 6V + 6V + 6V + 6V + 6V = 48V
Namun, ada satu hal yang sering menimbulkan kesalahpahaman. Ketika baterai dirangkai secara seri, yang bertambah adalah tegangan, sedangkan kapasitas dalam satuan ampere-hour atau Ah tetap mengikuti kapasitas satu baterai.
Sebagai contoh, Trojan T-125 merupakan baterai deep-cycle 6V dengan kapasitas 240Ah pada 20-hour rate. Jika delapan unit Trojan T-125 disusun seri, konfigurasi nominalnya menjadi:
48V 240Ah
bukan 48V 1.920Ah.
Memahami prinsip ini sangat penting karena kesalahan membaca hubungan antara voltage dan Ah dapat menyebabkan kesalahan dalam perhitungan kapasitas battery bank, pemilihan charger, kabel, proteksi, hingga estimasi waktu operasi sistem.
Artikel ini membahas secara bertahap bagaimana menyusun baterai 6V menjadi battery bank 48V, menggunakan Trojan T-125 sebagai contoh teknis.
Apa Itu Battery Bank 48V?
Battery bank adalah kumpulan beberapa baterai yang dirangkai untuk mendapatkan tegangan dan kapasitas tertentu sesuai kebutuhan sistem.
Dalam sebuah instalasi, battery bank dapat menggunakan berbagai tegangan nominal, misalnya:
- 12V;
- 24V;
- 36V;
- 48V.
Untuk memperoleh voltage yang lebih tinggi dari voltage satu baterai, baterai dapat dihubungkan secara seri.
Jika satu baterai memiliki voltage nominal 6V, maka jumlah unit yang diperlukan untuk mendapatkan 48V dapat dihitung dengan rumus sederhana:
Jumlah baterai = Tegangan sistem ÷ Tegangan satu baterai
Maka:
48V ÷ 6V = 8 unit
Artinya, satu string battery bank 48V memerlukan delapan unit baterai 6V.
Mengapa Banyak Sistem Menggunakan 48V?
Secara umum, tegangan sistem yang lebih tinggi memungkinkan kebutuhan daya tertentu ditransfer dengan arus yang lebih rendah dibanding sistem dengan voltage lebih rendah.
Namun, pemilihan 48V bukan sekadar persoalan efisiensi. Sistem harus disesuaikan dengan:
- tegangan peralatan;
- charger;
- inverter atau beban DC;
- kapasitas battery bank;
- kebutuhan runtime;
- kabel;
- proteksi;
- standar instalasi.
Jika suatu perangkat memang dirancang untuk sistem 48V, maka battery bank harus memberikan voltage yang sesuai dengan karakteristik sistem tersebut.
Berapa Baterai 6V yang Dibutuhkan untuk Sistem 48V?
Perhitungannya sangat sederhana.
Jika menggunakan baterai nominal 6V:
| Tegangan Sistem | Jumlah Baterai 6V |
|---|---|
| 12V | 2 unit |
| 24V | 4 unit |
| 36V | 6 unit |
| 48V | 8 unit |
Untuk membuat satu string 48V:
8 × 6V = 48V
Jika menggunakan Trojan T-125 sebagai contoh, setiap unit memiliki nominal voltage 6 Volt dan kapasitas 240Ah pada 20-hour rate.
Maka satu string yang terdiri dari delapan unit menghasilkan:
48V 240Ah @20Hr
Bagaimana Cara Menyusun 8 Baterai 6V Menjadi 48V?
Konfigurasi dilakukan menggunakan hubungan seri.
Prinsipnya:
Terminal positif baterai pertama dihubungkan ke terminal negatif baterai kedua.
Kemudian terminal positif baterai kedua dihubungkan ke terminal negatif baterai ketiga.
Proses yang sama diteruskan hingga baterai kedelapan.
Ilustrasi sederhananya:
(-) [6V] (+) — (-) [6V] (+) — (-) [6V] (+) — (-) [6V] (+) — (-) [6V] (+) — (-) [6V] (+) — (-) [6V] (+) — (-) [6V] (+)
Output utama battery bank kemudian diambil dari:
- terminal negatif baterai pertama;
- terminal positif baterai kedelapan.
Hasilnya adalah tegangan nominal:
48V
Pemasangan battery bank dengan energi dan kemampuan arus yang besar harus dilakukan dengan prosedur keselamatan yang tepat. Pemilihan kabel, proteksi, torque terminal, dan tata letak tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan perkiraan.
Apakah Kapasitas Ah Bertambah Jika Baterai Diseri?
Tidak.
Ini adalah konsep yang sangat penting.
Pada rangkaian seri:
Tegangan bertambah.
Sedangkan:
Kapasitas Ah string tetap mengikuti kapasitas baterai individual.
Contoh:
Satu baterai Trojan T-125:
6V 240Ah @20Hr
Dua unit diseri:
12V 240Ah
Empat unit diseri:
24V 240Ah
Enam unit diseri:
36V 240Ah
Delapan unit diseri:
48V 240Ah
Kapasitas tidak menjadi:
8 × 240Ah = 1.920Ah
karena penjumlahan Ah seperti itu tidak berlaku pada rangkaian seri.
Interlink ±700 kata: Untuk memahami karakteristik baterai yang digunakan dalam contoh ini secara lebih rinci, baca juga Baterai Trojan T-125 6V 240Ah Deep Cycle yang membahas spesifikasi, dimensi, kapasitas, discharge rate, dan parameter charging produk.
Mengenal Trojan T-125 6V 240Ah
Trojan T-125 merupakan baterai deep-cycle flooded/wet lead-acid.
Berdasarkan datasheet, spesifikasi utamanya meliputi:
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Model | Trojan T-125 |
| BCI Group | GC2 |
| Tegangan Nominal | 6V |
| Tipe | Flooded / Wet Lead-Acid |
| Kapasitas @5Hr | 195Ah |
| Kapasitas @20Hr | 240Ah |
| Kapasitas @100Hr | 266Ah |
| Energi @100Hr | 1,60 kWh |
| Panjang | 264 mm |
| Lebar | 181 mm |
| Tinggi | 276 mm |
| Berat | ±30 kg |
| Material Case | Polypropylene |
| Teknologi | T2 Technology™ |
| Temperatur Operasi | -20°C hingga +45°C |
Salah satu hal penting dari tabel tersebut adalah bahwa kapasitas Trojan T-125 berubah berdasarkan discharge rate.
Pada 5-hour rate, kapasitasnya sekitar 195Ah.
Pada 20-hour rate, kapasitasnya 240Ah.
Pada 100-hour rate, kapasitasnya meningkat menjadi 266Ah.
Artinya, kapasitas baterai tidak boleh dibaca sebagai angka mutlak yang selalu tersedia pada semua kondisi beban.
Mengapa Discharge Rate Penting pada Battery Bank 48V?
Misalnya pengguna memiliki battery bank:
48V 240Ah
Angka tersebut berasal dari rating 20-hour rate.
Namun, jika battery bank digunakan dengan beban yang menyebabkan baterai discharge jauh lebih cepat, kapasitas efektif yang tersedia dapat berbeda.
Data Trojan T-125 memberikan gambaran:
5Hr = 195Ah
20Hr = 240Ah
100Hr = 266Ah
Ini menunjukkan bahwa kecepatan discharge memengaruhi kapasitas yang dapat diberikan baterai.
Karena itu, ketika menghitung runtime, tidak cukup hanya menggunakan rumus:
Ah ÷ Arus = Jam
tanpa mempertimbangkan karakteristik discharge baterai dan kondisi sistem.
Runtime aktual juga dipengaruhi oleh:
- besar beban;
- temperatur;
- usia baterai;
- kondisi state of charge;
- losses kabel;
- efisiensi perangkat;
- voltage cut-off;
- kondisi charger.
Berapa Energi Nominal Battery Bank 48V 240Ah?
Secara perhitungan teoritis sederhana:
Energi = Voltage × Capacity
Maka:
48V × 240Ah = 11.520Wh
atau sekitar:
11,52 kWh nominal
Namun, angka ini jangan langsung dianggap sebagai energi usable.
Mengapa?
Karena rating 240Ah pada Trojan T-125 diperoleh pada 20-hour rate dan performa baterai berubah sesuai discharge rate.
Selain itu, sistem nyata memiliki:
- losses;
- voltage cut-off;
- batas depth of discharge;
- faktor temperatur;
- efisiensi charger;
- efisiensi beban.
Karena itu, battery bank yang secara matematis memiliki energi nominal 11,52 kWh belum tentu memberikan energi usable sebesar 11,52 kWh pada kondisi operasional sebenarnya.
Berat Battery Bank 48V Menggunakan Trojan T-125
Satu unit Trojan T-125 memiliki berat sekitar:
30 kg
Jika menggunakan delapan unit:
8 × 30 kg = ±240 kg
Ini hanya berat baterai.
Belum termasuk:
- battery rack;
- kabel;
- intercell connector;
- fuse;
- MCCB;
- disconnect switch;
- busbar;
- struktur supporting.
Karena itu, perencanaan battery bank tidak boleh hanya memperhitungkan kelistrikan.
Aspek mekanikal juga penting.
Battery rack harus mampu menahan beban dengan aman dan menyediakan akses yang memadai untuk maintenance.
Berapa Dimensi Trojan T-125?
Berdasarkan dimensional drawing pada datasheet, ukuran nominalnya adalah:
Panjang: 264 mm
Lebar: 181 mm
Tinggi total: 276 mm
Tinggi case yang ditunjukkan pada drawing sekitar 245 mm, sedangkan tinggi keseluruhan dapat mencapai sekitar 276 mm tergantung terminal.
Jika delapan baterai ditempatkan pada satu rack, desain harus memberikan ruang untuk:
- terminal;
- connector;
- kabel;
- ventilasi;
- pemeriksaan baterai;
- maintenance;
- akses pengisian dan inspeksi.
Charging Battery Bank Trojan T-125 48V
Trojan mencantumkan charger voltage setting pada temperatur referensi 25°C.
Untuk sistem 48V, parameternya adalah:
| Mode Charging | Voltage |
|---|---|
| Daily Charge | 59,2V |
| Float | 52,8V |
| Equalize | 62,0V |
Data ini sangat penting karena label “charger 48V” tidak otomatis berarti charger tersebut sesuai dengan Trojan T-125.
Charging profile harus diperiksa.
Apa Itu Daily Charge?
Daily charge merupakan voltage yang direkomendasikan Trojan untuk proses pengisian reguler sesuai tabel datasheet.
Untuk konfigurasi 48V:
59,2V
Nilai tersebut berasal dari delapan unit baterai 6V yang masing-masing memiliki daily charge sekitar:
7,40V
Sehingga:
8 × 7,40V = 59,2V
Apa Itu Float Voltage?
Float charging digunakan untuk mempertahankan kondisi baterai setelah mencapai state of charge yang diperlukan.
Untuk satu baterai:
6,60V
Untuk delapan baterai:
52,8V
Apa Itu Equalize Voltage?
Trojan juga mencantumkan equalization voltage:
7,75V per baterai
Untuk sistem 48V:
62,0V
Equalization menggunakan voltage lebih tinggi dibanding daily dan float charge.
Karena T-125 adalah flooded/wet lead-acid battery, equalization harus dilakukan sesuai prosedur teknis dan rekomendasi produsen.
Jangan melakukan equalization hanya karena charger memiliki fitur tersebut tanpa memahami kondisi battery bank.
Interlink ±1.400 kata: Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai daily charge, float, equalization, dan kesalahan charging yang perlu dihindari, baca cara charging baterai deep cycle flooded yang benar.
Mengapa Charger 48V Harus Benar-Benar Sesuai?
Dua charger yang sama-sama memiliki label 48V belum tentu menggunakan charging profile yang sama.
Parameter yang perlu diperiksa antara lain:
- maximum charging voltage;
- float voltage;
- equalization mode;
- charging current;
- temperature compensation;
- battery type setting.
Trojan T-125 merupakan flooded battery.
Karena itu, charger yang dikonfigurasi khusus untuk karakteristik baterai lain belum tentu memiliki charging profile yang sesuai.
Pengguna sebaiknya membandingkan parameter charger dengan rekomendasi datasheet baterai.
Temperature Compensation pada Charging
Datasheet Trojan juga mencantumkan temperature compensation.
Charging voltage tidak selalu ideal jika digunakan tanpa mempertimbangkan temperatur baterai.
Temperatur referensi yang digunakan dalam tabel charging adalah:
25°C
Untuk kondisi temperatur yang berbeda, Trojan memberikan parameter kompensasi charging.
Hal ini semakin penting pada instalasi battery bank yang mengalami perubahan temperatur lingkungan cukup besar.
Battery bank yang ditempatkan pada ruangan panas dapat memiliki kondisi operasi yang berbeda dari battery bank yang berada pada ruangan dengan temperatur terkontrol.
Temperatur Operasional Trojan T-125
Trojan mencantumkan rentang operating temperature:
-20°C sampai +45°C
Datasheet juga memberikan catatan bahwa pada temperatur di bawah 0°C, state of charge harus dipertahankan lebih dari 60%.
Pada halaman kedua datasheet terdapat grafik Percent Capacity vs. Temperature.
Grafik tersebut memperlihatkan bahwa kapasitas yang tersedia berubah seiring perubahan temperatur.
Ini menunjukkan bahwa temperatur bukan hanya faktor kenyamanan ruangan, tetapi juga bagian dari performa battery bank.
Mengapa Battery Bank Trojan Membutuhkan Ventilasi?
Trojan T-125 adalah baterai:
Flooded / wet lead-acid
bukan VRLA AGM sealed.
Datasheet memberikan peringatan agar baterai tidak dipasang atau di-charge di dalam kompartemen tertutup atau tanpa ventilasi.
Karena itu, desain battery room perlu mempertimbangkan:
- ventilasi;
- airflow;
- temperatur;
- jarak antar unit;
- akses inspeksi;
- akses maintenance.
Ini penting terutama ketika delapan atau lebih baterai ditempatkan pada satu lokasi.
Self-Discharge Saat Battery Bank Tidak Digunakan
Baterai tetap mengalami kehilangan charge walaupun tidak digunakan.
Trojan mencantumkan self-discharge sekitar:
5–15% per bulan
tergantung kondisi temperatur penyimpanan.
Dengan demikian, battery bank yang tidak digunakan selama beberapa bulan tidak boleh dianggap tetap dalam kondisi full charge.
Monitoring dan maintenance tetap diperlukan.
Semakin lama waktu penyimpanan, semakin penting untuk memeriksa:
- state of charge;
- voltage;
- kondisi elektrolit;
- terminal;
- temperatur penyimpanan.
Jenis Terminal Trojan T-125
Datasheet Trojan T-125 mencantumkan beberapa alternatif konfigurasi terminal.
Di antaranya:
ELPT
Embedded Low Profile Terminal
EHPT
Embedded High Profile Terminal
EAP
Embedded Automotive Post Terminal
EUT
Embedded Universal Terminal
Jenis terminal memiliki pengaruh langsung terhadap desain intercell connector.
Karena itu, ketika melakukan penggantian battery bank existing, jangan hanya memeriksa:
Trojan T-125
tetapi juga pastikan terminal yang dipesan sesuai dengan battery bank yang digunakan.
Mengapa Intercell Connector Sangat Penting?
Dalam sistem 48V dengan delapan baterai, terdapat beberapa hubungan antarunit.
Setiap koneksi harus memiliki resistance serendah mungkin dan sambungan yang baik.
Connector yang tidak sesuai dapat menyebabkan:
- voltage drop;
- panas;
- ketidakseimbangan;
- penurunan performa;
- risiko kerusakan sambungan.
Trojan mencantumkan torque terminal berbeda berdasarkan jenis terminal.
Karena itu, pemasangan harus mengacu pada jenis terminal aktual yang digunakan.
Bagaimana Memilih Kabel Battery Bank?
Tidak ada satu ukuran kabel yang benar untuk semua battery bank 48V.
Cable sizing harus dihitung berdasarkan:
- maximum current;
- continuous current;
- panjang kabel;
- allowable voltage drop;
- temperatur;
- metode pemasangan;
- jenis conductor;
- proteksi.
Karena itu, rekomendasi kabel tidak boleh dibuat hanya berdasarkan informasi:
48V 240Ah
Data beban dan arus sistem tetap diperlukan.
Proteksi pada Battery Bank 48V
Battery bank memiliki kemampuan menghasilkan arus yang besar jika terjadi short circuit.
Karena itu, sistem biasanya membutuhkan proteksi DC yang sesuai.
Komponen dapat mencakup:
- fuse DC;
- MCCB DC;
- disconnect switch;
- terminal protection;
- proteksi cable.
Pemilihan rating tidak boleh dilakukan sembarangan.
Rating proteksi harus dihitung berdasarkan karakteristik sistem.
Apakah Baterai Lama Boleh Dicampur dengan Baterai Baru?
Dalam sebuah string seri, setiap baterai bekerja sebagai bagian dari satu kesatuan.
Karena itu, perbedaan kondisi baterai dapat memengaruhi performa string secara keseluruhan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan meliputi:
- model;
- kapasitas;
- umur;
- kondisi;
- state of health;
- history penggunaan.
Untuk penggantian sebagian baterai, kondisi seluruh string sebaiknya dievaluasi terlebih dahulu.
Interlink ±2.100 kata: Jika tujuan Anda bukan hanya memperoleh tegangan 48V tetapi juga menentukan berapa Ah dan kWh yang dibutuhkan untuk runtime tertentu, baca panduan cara menghitung kapasitas battery bank.
Kesalahan Umum Saat Menyusun Baterai 6V Menjadi 48V
1. Menganggap Ah Ikut Dijumlahkan
Kesalahan:
8 × 240Ah = 1.920Ah.
Untuk rangkaian seri satu string, perhitungan tersebut salah.
Konfigurasi yang benar:
48V 240Ah @20Hr
2. Menggunakan Baterai Berbeda Kapasitas
Dalam string seri, setiap baterai bekerja bersama.
Perbedaan kapasitas atau kondisi dapat memengaruhi performa keseluruhan.
3. Menggunakan Charger Hanya Berdasarkan Label 48V
Trojan memberikan parameter spesifik:
- Daily: 59,2V
- Float: 52,8V
- Equalize: 62,0V
Karena itu, profile charger harus diperiksa.
4. Tidak Memperhitungkan Berat
Delapan Trojan T-125 memiliki berat sekitar:
240 kg
Rack dan lantai pemasangan harus direncanakan dengan benar.
5. Tidak Menyediakan Ventilasi
Karena Trojan T-125 merupakan flooded battery, ventilasi merupakan aspek penting.
6. Terminal Tidak Dikencangkan dengan Benar
Sambungan yang longgar dapat meningkatkan resistance dan temperatur pada titik koneksi.
7. Tidak Menggunakan Proteksi DC
Battery bank mempunyai kemampuan arus tinggi.
Proteksi harus menjadi bagian dari desain sistem.
Single String vs Multiple String
Satu string Trojan T-125:
8 × 6V 240Ah
menghasilkan nominal:
48V 240Ah
Jika kapasitas yang dibutuhkan lebih besar, sistem secara prinsip dapat menggunakan beberapa string yang diparalelkan.
Contoh:
String A:
48V 240Ah
String B:
48V 240Ah
Jika diparalelkan, kapasitas nominal secara teoritis menjadi lebih besar.
Namun multiple string membutuhkan desain lebih rinci.
Perlu memperhatikan:
- current sharing;
- kabel dengan resistance yang seimbang;
- fuse per string;
- busbar;
- disconnect;
- charger capacity;
- balancing.
Karena itu, jangan menambah string hanya berdasarkan kebutuhan Ah tanpa melakukan evaluasi desain.
Data yang Perlu Disiapkan Sebelum Membuat Battery Bank 48V
Sebelum memilih baterai, sebaiknya siapkan data berikut:
Tegangan Sistem
Apakah benar menggunakan nominal 48V?
Beban
Berapa watt atau ampere beban?
Runtime
Berapa lama sistem harus beroperasi menggunakan baterai?
Model Baterai
Apakah menggunakan Trojan T-125 atau model lain?
Kapasitas
Berapa Ah yang dibutuhkan?
Charger
Apa merk, model dan charging voltage?
Terminal
Jenis terminal apa yang digunakan?
Kabel
Berapa panjang kabel dan maximum current?
Proteksi
Apakah menggunakan fuse, MCCB, atau DC disconnect?
Lokasi
Indoor atau outdoor?
Temperatur
Bagaimana kondisi temperatur ruang baterai?
Ventilasi
Apakah ruang memiliki ventilasi memadai?
FAQ Battery Bank 48V
Berapa baterai 6V yang dibutuhkan untuk menghasilkan 48V?
Dibutuhkan 8 unit baterai 6V yang dihubungkan secara seri.
Delapan baterai 6V 240Ah menghasilkan berapa?
Dalam satu string seri:
48V 240Ah
berdasarkan kapasitas individual 240Ah.
Apakah Ah baterai bertambah jika diseri?
Tidak. Dalam hubungan seri, tegangan bertambah sementara Ah string tetap mengikuti kapasitas satu baterai.
Berapa baterai Trojan T-125 untuk sistem 48V?
Trojan T-125 memiliki voltage nominal 6V sehingga membutuhkan 8 unit.
Berapa kapasitas Trojan T-125?
Datasheet mencantumkan:
- 195Ah @5Hr;
- 240Ah @20Hr;
- 266Ah @100Hr.
Berapa berat delapan Trojan T-125?
Sekitar:
8 × 30 kg = 240 kg
belum termasuk rack, kabel dan accessory.
Berapa charging voltage untuk sistem Trojan T-125 48V?
Pada temperatur 25°C:
Daily Charge: 59,2V
Float: 52,8V
Equalize: 62,0V
Apakah Trojan T-125 merupakan baterai AGM?
Tidak. Datasheet mengklasifikasikan T-125 sebagai flooded/wet lead-acid battery.
Apakah battery bank boleh ditempatkan di cabinet tertutup?
Trojan memperingatkan agar baterai tidak dipasang atau di-charge di ruang tertutup atau tanpa ventilasi memadai.
Cara Mendapatkan Battery Bank 48V yang Sesuai
Membuat battery bank 48V bukan hanya persoalan menyambungkan delapan baterai.
Sebelum melakukan instalasi, perlu memastikan:
- baterai sesuai aplikasi;
- kapasitas cukup;
- charger compatible;
- intercell connector sesuai;
- ukuran kabel memadai;
- proteksi benar;
- rack kuat;
- ventilasi memadai;
- temperatur sesuai;
- setiap baterai memiliki kondisi yang seragam.
Kesalahan pada salah satu komponen dapat memengaruhi performa seluruh battery bank.
Konsultasi Battery Bank 48V
Bagi perusahaan, teknisi, kontraktor maupun pengguna yang sedang merencanakan penggantian atau pembangunan battery bank 48V, sebaiknya jangan hanya meminta harga berdasarkan jumlah baterai.
Kirim juga data teknis sistem.
Informasi yang membantu antara lain:
- foto baterai existing;
- jumlah baterai;
- voltage;
- kapasitas;
- foto terminal;
- charger;
- beban;
- runtime;
- lokasi proyek.
Dengan data tersebut, kebutuhan dapat dianalisis lebih tepat.
Kunjungi:
PT Daya Berkah Sentosa Nusantara melayani konsultasi kebutuhan baterai deep-cycle dan konfigurasi battery bank.
Kesimpulan
Cara menyusun baterai 6V menjadi battery bank 48V adalah dengan menghubungkan delapan unit baterai 6V secara seri.
Secara sederhana:
8 × 6V = 48V
Jika menggunakan Trojan T-125 dengan kapasitas 240Ah @20Hr, satu string yang terdiri dari delapan baterai menghasilkan konfigurasi nominal:
48V 240Ah
Kapasitas Ah tidak dijumlahkan pada rangkaian seri.
Trojan T-125 sendiri merupakan baterai deep-cycle tipe flooded/wet lead-acid dengan kapasitas 195Ah @5Hr, 240Ah @20Hr dan 266Ah @100Hr. Dimensinya sekitar 264 × 181 × 276 mm dengan berat sekitar 30 kg per unit.
Delapan unit memiliki berat baterai sekitar 240 kg, sehingga desain battery rack dan lokasi pemasangan perlu diperhitungkan dengan baik.
Pada temperatur 25°C, Trojan mencantumkan charging voltage untuk sistem 48V sebesar:
59,2V untuk daily charge
52,8V untuk float
62,0V untuk equalization
Selain voltage dan kapasitas, pengguna juga harus memperhatikan discharge rate, charger, kabel, intercell connector, proteksi, temperatur dan ventilasi.
Dengan perencanaan yang benar, battery bank 48V dapat disusun sesuai kebutuhan sistem tanpa kesalahan umum seperti menjumlahkan Ah pada rangkaian seri atau menggunakan charger hanya berdasarkan label voltage.
Untuk informasi produk dan konsultasi kebutuhan Baterai Trojan T-125 6V 240Ah serta battery bank 48V, kunjungi www.solusibattery.com – PT Daya Berkah Sentosa Nusantara.
Interlink sudah ditempatkan sekitar setiap ±700 kata menuju artikel pilar Trojan T-125, artikel charging baterai flooded, dan artikel perhitungan kapasitas battery bank. Data teknis Trojan di artikel tetap mengikuti datasheet yang Anda berikan.