Baterai Lithium LiFePO4 25,6 VDC 50 Ah untuk Aplikasi PJU Tenaga Surya
Solusi Penyimpanan Energi Modern yang Andal, Aman, dan Efisien
Pendahuluan
Dalam sistem PJU Tenaga Surya, baterai bukan sekadar komponen pendukung, melainkan jantung dari keseluruhan sistem. Panel surya bertugas menangkap energi matahari pada siang hari, namun tanpa baterai yang andal, energi tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara optimal pada malam hari. Salah satu penyebab utama kegagalan PJU solar di lapangan adalah pemilihan baterai yang kurang tepat—baik dari sisi teknologi, kapasitas, maupun ketahanannya terhadap kondisi lingkungan.
Seiring berkembangnya teknologi penyimpanan energi, Baterai Lithium LiFePO4 25,6 VDC 50 Ah kini menjadi standar baru dalam banyak proyek lampu PJU tenaga surya, baik untuk jalan desa, kawasan industri, hingga proyek pemerintah berskala besar. Dibandingkan baterai VRLA atau GEL konvensional, baterai LiFePO4 menawarkan umur pakai lebih panjang, efisiensi tinggi, serta tingkat keamanan yang jauh lebih baik.
Artikel ini akan membahas secara komprehensif dan teknis mengenai baterai lithium LiFePO4 25,6 VDC 50 Ah, mulai dari prinsip kerja, spesifikasi, keunggulan, hingga aplikasinya dalam sistem PJU tenaga surya di Indonesia.
Apa Itu Baterai Lithium LiFePO4 25,6 VDC 50 Ah?
LiFePO4 (Lithium Iron Phosphate) adalah salah satu jenis baterai lithium yang paling stabil dan aman. Pada baterai 25,6 VDC 50 Ah, sel LiFePO4 disusun dalam konfigurasi 8 sel seri (8S), di mana setiap sel memiliki tegangan nominal sekitar 3,2 V. Ketika digabungkan, total tegangan nominalnya menjadi 25,6 VDC, sangat ideal untuk sistem PJU solar berbasis 24V.
Dengan kapasitas 50 Ah, baterai ini memiliki energi tersimpan sekitar 1.280 Wh, cukup besar untuk menopang lampu LED PJU selama 10–14 jam per malam, tergantung daya lampu dan pengaturan sistem. Kombinasi tegangan dan kapasitas ini menjadikan baterai LiFePO4 25,6 VDC 50 Ah sebagai pilihan ideal untuk PJU solar kelas menengah hingga tinggi.
Spesifikasi Teknis Baterai LiFePO4 25,6 VDC 50 Ah
Agar pemilihan baterai tepat sasaran, memahami spesifikasi teknis menjadi hal yang wajib. Berikut gambaran spesifikasi utama baterai lithium LiFePO4 25,6 VDC 50 Ah berdasarkan datasheet pabrikan:
Spesifikasi Listrik
- Tegangan nominal: 25,6 VDC
- Kapasitas nominal: 50 Ah
- Energi total: ± 1.280 Wh
- Tegangan pengisian: 28,4 – 29,2 VDC
- Arus pengisian maksimum: 50 A
- Arus pengisian rekomendasi: 25 A
- Arus discharge maksimum: 50 A
- Tegangan cut-off discharge: 22,4 VDC
Umur Pakai & Siklus
- Cycle life: >2.000 hingga 4.000 siklus
- Design life: ±10 tahun
Spesifikasi Fisik & Proteksi
- Berat: ±11 kg
- Casing: ABS tahan panas & benturan
- Proteksi lingkungan: IP65 (tanpa port komunikasi)
- Indikator LED: SOC, RUN, ALARM
- Tombol ON/OFF
Spesifikasi ini menunjukkan bahwa baterai LiFePO4 25,6 VDC 50 Ah memang dirancang untuk aplikasi outdoor jangka panjang, termasuk PJU tenaga surya.
Peran Battery Management System (BMS) pada PJU Tenaga Surya
Salah satu keunggulan utama baterai lithium LiFePO4 adalah keberadaan Battery Management System (BMS) yang terintegrasi di dalam baterai. BMS berfungsi sebagai “otak” yang mengontrol seluruh proses pengisian dan pengosongan baterai.
Fungsi utama BMS pada baterai LiFePO4 25,6 VDC 50 Ah meliputi:
- Proteksi over-charge untuk mencegah kerusakan sel saat pengisian berlebih
- Proteksi over-discharge agar baterai tidak terkuras hingga level berbahaya
- Proteksi over-current dan short circuit
- Proteksi suhu tinggi dan suhu rendah
- Cell balancing otomatis untuk menjaga keseragaman tegangan antar sel
Dalam konteks PJU tenaga surya, BMS memastikan baterai bekerja stabil meskipun menghadapi fluktuasi cuaca, beban lampu yang berubah, atau kesalahan instalasi ringan. Tanpa BMS, umur baterai akan jauh lebih pendek dan risiko kegagalan sistem meningkat.
Kenapa Tegangan 25,6 VDC Ideal untuk Sistem PJU Solar?
Banyak sistem PJU tenaga surya modern beroperasi pada tegangan 24V–30V. Tegangan 25,6 VDC dari baterai LiFePO4 berada tepat di zona optimal ini. Dibandingkan sistem 12V, tegangan yang lebih tinggi memberikan beberapa keuntungan teknis:
- Arus lebih kecil untuk daya yang sama, sehingga kabel tidak mudah panas
- Drop tegangan lebih rendah, terutama untuk jarak kabel yang panjang
- Efisiensi solar charge controller (MPPT) lebih tinggi
- Lebih kompatibel dengan driver LED PJU modern
Dengan kata lain, baterai lithium LiFePO4 25,6 VDC 50 Ah membantu sistem PJU tenaga surya bekerja lebih efisien dan stabil.
Aplikasi Baterai LiFePO4 25,6 VDC 50 Ah pada PJU Tenaga Surya
PJU Solar Cell Two in One
Pada sistem Two in One, baterai ditempatkan di box terpisah (biasanya di tiang). Kapasitas 50 Ah sangat ideal untuk:
- Lampu LED 40–60 W
- Waktu nyala ±12 jam
- Backup 1–2 hari tanpa matahari
PJU Solar Cell All in One
Untuk sistem All in One, baterai ini digunakan pada PJU dengan daya lebih besar atau kebutuhan backup lebih lama, seperti:
- Jalan kabupaten & provinsi
- Kawasan industri dan pergudangan
- Area pelabuhan dan pesisir
PJU Jalan Desa & Daerah Terpencil
Di wilayah tanpa jaringan PLN, baterai LiFePO4 memberikan keandalan tinggi dengan perawatan minimal, sangat cocok untuk program PJU Dana Desa.
Simulasi Perhitungan Daya & Lama Nyala Lampu
Sebagai contoh:
- Daya lampu LED: 50 W
- Lama nyala: 12 jam
- Konsumsi energi: 50 W × 12 jam = 600 Wh
Dengan kapasitas baterai 1.280 Wh, masih tersedia cadangan energi sekitar 680 Wh. Cadangan ini sangat berguna saat cuaca mendung atau hujan, sehingga lampu tetap menyala tanpa gangguan.
Perbandingan LiFePO4 vs Baterai VRLA untuk PJU Solar
| Aspek | LiFePO4 | VRLA/GEL |
|---|---|---|
| Umur pakai | 8–10 tahun | 2–3 tahun |
| Cycle life | >2.000 siklus | 500–800 siklus |
| Efisiensi | >95% | ±80% |
| Perawatan | Minim | Lebih sering |
| Bobot | Lebih ringan | Lebih berat |
Dari sisi Total Cost of Ownership (TCO), LiFePO4 jauh lebih ekonomis untuk jangka panjang.
Ketahanan Lingkungan Outdoor di Indonesia
Indonesia memiliki tantangan lingkungan yang berat untuk PJU tenaga surya: suhu tinggi, kelembapan ekstrem, hujan, dan debu. Baterai LiFePO4 25,6 VDC 50 Ah dirancang untuk menghadapi kondisi tersebut dengan casing ABS kuat dan proteksi IP65, sehingga cocok untuk pemasangan di tiang PJU outdoor.
Kesesuaian untuk Proyek Pemerintah & Tender
Dengan umur pakai panjang dan minim perawatan, baterai lithium LiFePO4 25,6 VDC 50 Ah sangat sesuai untuk:
- Proyek PJU Dana Desa
- Pengadaan Dishub & PU
- Kawasan industri & fasilitas publik
Baterai ini membantu menekan biaya penggantian dan perawatan dalam jangka panjang.
Penutup
Sebagai komponen utama dalam sistem PJU tenaga surya, pemilihan baterai tidak boleh dilakukan sembarangan. Baterai Lithium LiFePO4 25,6 VDC 50 Ah menawarkan kombinasi ideal antara efisiensi, keamanan, dan umur pakai panjang. Dengan dukungan BMS cerdas dan desain yang tangguh untuk outdoor, baterai ini menjadi solusi terbaik untuk PJU solar modern di Indonesia.
📞 CTA – Konsultasi & Pemesanan
Butuh konsultasi teknis, harga terbaik, atau paket PJU Tenaga Surya lengkap dengan baterai lithium LiFePO4 25,6 VDC 50 Ah?
👉 Hubungi kami sekarang via WhatsApp
📲 Klik WA: 0896-0313-1536
Tim kami siap membantu Anda dari tahap perencanaan hingga instalasi PJU tenaga surya secara profesional dan terpercaya.
FAQ – Baterai LiFePO4 25.6V 50Ah untuk PJU Tenaga Surya 3 in 1
1. Apa itu baterai LiFePO4 25.6V 50Ah dan kegunaannya untuk PJU tenaga surya 3 in 1?
Baterai LiFePO4 25.6V 50Ah adalah baterai lithium iron phosphate bertegangan 25.6 V dengan kapasitas 50 Ah (energi ±1280 Wh) yang dirancang khusus untuk sistem PJU tenaga surya terintegrasi (3 in 1 / All in One). Fungsi utamanya adalah menyimpan energi dari panel surya di siang hari dan menyuplai daya stabil ke LED PJU pada malam hari dengan efisiensi tinggi dan umur pakai panjang.
2. Mengapa sistem PJU 3 in 1 lebih cocok menggunakan baterai LiFePO4 dibanding baterai VRLA?
Karena PJU 3 in 1 membutuhkan baterai yang:
-
Tahan siklus harian (charge–discharge setiap hari)
-
Tegangan stabil untuk driver LED
-
Minim perawatan dan ringan
LiFePO4 unggul karena umur pakai bisa >4.000 siklus, efisiensi tinggi, tidak cepat drop tegangan, dan jauh lebih ringan dibanding VRLA yang umumnya hanya 500–800 siklus.
3. Berapa lama umur pakai baterai LiFePO4 25.6V 50Ah pada PJU tenaga surya?
Dalam penggunaan PJU normal (1 siklus per hari, DoD ±80%), baterai LiFePO4 25.6V 50Ah memiliki umur pakai desain ±10 tahun atau >4.000 siklus, sehingga sangat ideal untuk proyek PJU desa, kota, maupun kawasan industri.
4. Apakah kapasitas 25.6V 50Ah cukup untuk PJU tenaga surya 3 in 1?
Cukup untuk banyak aplikasi PJU 3 in 1, khususnya:
-
Lampu LED 30–60 Watt
-
Waktu nyala 10–12 jam per malam
-
Sistem off-grid tanpa PLN
Dengan manajemen daya yang baik (driver LED + controller), kapasitas ini mampu menjaga lampu tetap menyala stabil sepanjang malam.
5. Apa fungsi Smart BMS pada baterai LiFePO4 ini?
Smart BMS (Battery Management System) berfungsi sebagai otak pengaman baterai, meliputi:
-
Proteksi over-charge & over-discharge
-
Proteksi arus lebih & hubung singkat
-
Proteksi suhu tinggi & rendah
-
Auto cut-off dan auto recovery
BMS memastikan baterai aman, awet, dan stabil meskipun dipakai di lingkungan outdoor PJU.
6. Apakah baterai ini aman digunakan di luar ruangan (outdoor)?
Ya. Baterai LiFePO4 25.6V 50Ah dirancang untuk aplikasi outdoor dengan:
-
Proteksi IP65
-
Tahan suhu tropis Indonesia
-
Konstruksi casing ABS kuat
Cocok dipasang di housing PJU All in One atau box panel PJU.
7. Bagaimana performa baterai ini pada cuaca ekstrem atau musim hujan?
LiFePO4 memiliki stabilitas kimia tinggi. Pada musim hujan atau cuaca mendung berturut-turut, baterai tetap bekerja optimal karena:
-
Efisiensi penyimpanan tinggi
-
Tegangan relatif stabil hingga mendekati cut-off
-
BMS melindungi sel dari kondisi ekstrem
8. Berapa tegangan pengisian dan cut-off baterai LiFePO4 25.6V 50Ah?
-
Tegangan pengisian (Charge Voltage): 28.4 – 29.2 V
-
Tegangan cut-off discharge: ±22.4 V
Nilai ini sudah ideal untuk controller PJU tenaga surya modern.
9. Apakah baterai ini bisa diparalel atau diseri?
Ya. Baterai mendukung:
-
Parallel (menambah kapasitas Ah)
-
Series (menambah tegangan sistem)
Namun konfigurasi harus mengikuti panduan teknis dan spesifikasi BMS agar tetap aman.
10. Apakah baterai LiFePO4 ini memerlukan perawatan rutin?
Tidak. Baterai ini maintenance-free, tidak perlu topping air, tidak ada gas, dan tidak membutuhkan pemeriksaan rutin seperti baterai timbal-asam (VRLA).
11. Apakah baterai ini cocok untuk proyek PJU pemerintah dan tender LPSE?
Sangat cocok. Produk ini memenuhi standar pabrik internasional seperti:
-
UN38.3
-
IEC 62619
-
CE
-
RoHS
-
ISO 9001 & ISO 14001
Sehingga aman digunakan untuk proyek PJU APBD, APBDes, BUMDes, dan kawasan industri.
12. Mengapa memilih baterai LiFePO4 dari pabrikan RITAR?
Karena RITAR merupakan produsen baterai internasional dengan pengalaman panjang di sektor energy storage, dikenal dengan kualitas sel yang stabil, kontrol mutu ketat, dan dukungan sertifikasi global.
13. Apakah baterai LiFePO4 lebih efisien dibanding VRLA pada sistem PJU?
Ya. Efisiensi round-trip LiFePO4 bisa >95%, sedangkan VRLA umumnya <85%. Artinya, energi dari panel surya lebih banyak tersimpan dan dimanfaatkan untuk penerangan malam hari.
14. Apakah baterai ini aman dari risiko kebakaran?
LiFePO4 adalah jenis lithium paling aman. Struktur kimianya stabil, tahan panas, dan tidak mudah thermal runaway, terlebih dengan adanya Smart BMS internal.
15. Di mana mendapatkan baterai LiFePO4 25.6V 50Ah resmi dan bergaransi?
Baterai ini tersedia melalui Distributor Resmi DBSN (DBSN Group)
🌐 www.solusibattery.com
Menyediakan dukungan teknis, konsultasi aplikasi PJU 3 in 1, dan suplai untuk proyek skala kecil hingga besar.







Reviews
There are no reviews yet.