,

Rectifier 110 VDC 300 Ampere 3SCR110-300A untuk Sistem DC Industri

Rectifier 110 VDC 300 Ampere 3SCR110-300A adalah industrial battery charger tiga fase untuk menyediakan suplai DC stabil sekaligus mengisi bank baterai pada sistem kontrol dan proteksi industri. Unit ini memiliki input 380/400/415 VAC, output 110 VDC 300A, kontrol DSP 16-bit, graphic LCD, serta mode float charge dan boost charge terprogram. Rectifier dilengkapi komunikasi RS232, RS485 RTU, dry relay untuk integrasi SCADA, serta proteksi overload, overtemperature, reverse battery, DC leakage, surge, dan phase failure. Produk ini cocok untuk gardu induk, pembangkit listrik, pabrik, pertambangan, panel kontrol, DCS, komunikasi, dan emergency lighting. Sistem dapat dikonfigurasi dengan baterai VRLA, GEL, OPzV, OPzS, maupun Ni-Cd

wws Maya / Pre-sale Questions Need Help? Contact Us via WhatsApp

Rectifier 110 VDC 300 Ampere 3SCR110-300A untuk Sistem DC Industri

Rectifier 110 VDC 300 Ampere 3SCR110-300A merupakan industrial battery charger tiga fase yang dirancang untuk menyediakan suplai DC stabil bagi sistem kontrol, proteksi, komunikasi, dan otomasi pada fasilitas industri. Perangkat ini tidak hanya mengubah sumber listrik AC menjadi DC, tetapi juga mengisi bank baterai dan memastikan beban penting tetap mendapat energi ketika listrik utama mengalami gangguan.

Dalam instalasi seperti gardu induk, pembangkit listrik, pabrik proses, pusat kontrol, sistem DCS, dan SCADA, kehilangan tegangan DC dapat menyebabkan relay proteksi, circuit breaker, perangkat komunikasi, atau sistem keselamatan gagal beroperasi. Karena itu, rectifier harus memiliki regulasi tegangan yang akurat, proteksi lengkap, sistem pengisian baterai terprogram, serta kemampuan monitoring yang dapat diintegrasikan ke ruang kontrol.

Model 3SCR110-300A menggunakan prinsip kerja rectifier berbasis isolation transformer dan thyristor. Konfigurasi teknisnya mengacu pada industrial battery charger kelas 110 VDC 300A dengan kontrol DSP, graphic LCD, komunikasi RS232/RS485, programmable dry contact, serta dukungan untuk baterai VRLA, GEL, OPzV, OPzS, dan Nickel-Cadmium.


Apa Itu Rectifier 110 VDC 300 Ampere?

Rectifier adalah perangkat yang mengubah tegangan bolak-balik atau AC menjadi tegangan searah atau DC. Pada sistem industri, fungsi rectifier lebih luas dibandingkan charger baterai biasa.

Rectifier industri bekerja untuk:

  • Menyuplai kebutuhan beban DC secara terus-menerus.
  • Mengisi dan menjaga kapasitas bank baterai.
  • Mengatur mode float charge dan boost charge.
  • Mempertahankan kestabilan tegangan menuju perangkat kontrol.
  • Memonitor kondisi input, output, beban, dan baterai.
  • Mengirimkan status serta alarm ke sistem SCADA.
  • Menjamin kelangsungan operasi ketika sumber AC padam.

Pada kondisi normal, energi AC tiga fase masuk ke rectifier dan diubah menjadi keluaran 110 VDC. Sebagian energi digunakan untuk menyuplai beban, sedangkan sebagian lainnya digunakan untuk mengisi atau mempertahankan baterai.

Ketika sumber AC gagal, bank baterai mengambil alih suplai ke beban DC secara otomatis. Dengan demikian, relay proteksi, trip coil, closing coil, panel kontrol, sistem komunikasi, dan perangkat keselamatan tetap dapat beroperasi.


Mengapa Sistem Industri Menggunakan Tegangan 110 VDC?

Setiap sistem kontrol industri dapat memiliki tegangan operasi yang berbeda. Tegangan 24 VDC umumnya digunakan untuk beban kontrol berdaya kecil, sedangkan 48 VDC banyak digunakan untuk telekomunikasi. Untuk gardu, pembangkit, dan switchgear industri, tegangan 110 VDC cukup umum digunakan karena mampu mendukung peralatan kontrol yang membutuhkan daya lebih besar.

Sistem 110 VDC dapat digunakan untuk:

  • Relay proteksi.
  • Motorized breaker.
  • Trip coil circuit breaker.
  • Closing coil circuit breaker.
  • Annunciator dan alarm panel.
  • Panel kontrol gardu.
  • Sistem telekomunikasi industri.
  • Emergency shutdown system.
  • Emergency lighting.
  • Sistem DCS dan SCADA.
  • Control and command center.

Penggunaan tegangan DC juga memberikan keuntungan karena bank baterai dapat terhubung langsung sebagai sumber cadangan. Tidak diperlukan proses perpindahan yang rumit ketika sumber listrik utama padam.


Prinsip Kerja Rectifier 3SCR110-300A

Prinsip kerja rectifier dapat dipahami melalui aliran energi berikut:

AC 3 Phase → Input Breaker → Isolation Transformer → Thyristor Rectifier → Filter dan Diode → Battery Bank → DC Load

Diagram teknis pada katalog memperlihatkan komponen utama berupa mains breaker, contactor, isolation transformer, thyristor block, blocker diode, dropper diode, battery breaker, load breaker, baterai, dan beban DC.

1. Sumber listrik AC tiga fase

Rectifier menerima suplai dari jaringan listrik tiga fase. Sistem dapat disesuaikan untuk tegangan 380, 400, atau 415 VAC dengan frekuensi 50/60 Hz.

Sebelum masuk ke rangkaian utama, sumber listrik melewati perangkat proteksi seperti:

  • Input breaker.
  • Fuse.
  • Surge protection device.
  • Phase failure monitoring.
  • Contactor.

Proteksi ini membantu mencegah kerusakan akibat hubungan singkat, arus lebih, lonjakan tegangan, dan kehilangan salah satu fase.

2. Isolation transformer

Isolation transformer memisahkan secara galvanik sisi input AC dengan sisi rectifier dan output DC.

Fungsinya meliputi:

  • Meningkatkan keselamatan instalasi.
  • Mengurangi transmisi gangguan dari sumber AC.
  • Menurunkan atau menyesuaikan tegangan.
  • Menyediakan isolasi untuk rangkaian thyristor.
  • Membantu menciptakan sistem DC yang lebih stabil.

Penggunaan transformer merupakan salah satu karakter penting pada rectifier industri untuk fasilitas kritis.

3. Thyristor rectifier

Setelah melewati transformer, energi AC masuk ke rangkaian thyristor. Thyristor bekerja sebagai komponen penyearah yang dapat dikontrol.

Berbeda dengan diode biasa, sudut penyalaan thyristor dapat diatur oleh sistem kontrol. Hal ini memungkinkan perangkat mengendalikan tegangan dan arus keluaran secara lebih presisi.

Kontrol ini diperlukan untuk:

  • Menjaga tegangan output 110 VDC.
  • Mengatur arus pengisian baterai.
  • Berpindah antara float dan boost charge.
  • Membatasi arus ketika terjadi kondisi abnormal.
  • Menyesuaikan tegangan berdasarkan kondisi baterai.

4. Filter dan blocker diode

Energi DC yang keluar dari rangkaian thyristor masih dapat memiliki ripple. Rangkaian filter digunakan untuk menghasilkan tegangan DC yang lebih halus.

Blocker diode berfungsi mencegah arus balik dari baterai menuju rectifier. Dengan demikian, ketika input AC hilang, baterai hanya menyuplai beban dan tidak mengalirkan energi kembali ke bagian penyearah.

5. Dropper diode

Tegangan pengisian baterai dapat lebih tinggi daripada tegangan nominal yang dibutuhkan beban. Dropper diode digunakan untuk menurunkan tegangan menuju beban agar tetap berada dalam rentang aman.

Sebagai contoh, tegangan float sistem dapat berada di sekitar 121 VDC, sementara keluaran nominal beban adalah 110 VDC. Dropper diode membantu menjaga tegangan pada sisi beban agar sesuai dengan batas operasi perangkat.

6. Battery bank

Bank baterai terhubung melalui battery breaker. Pada kondisi normal, rectifier mengisi baterai dan menjaga baterai tetap siap digunakan.

Ketika listrik AC padam:

  1. Rectifier kehilangan sumber input.
  2. Bank baterai tetap terhubung pada bus DC.
  3. Baterai langsung menyuplai beban.
  4. Sistem kontrol tidak mengalami pemutusan suplai.
  5. Ketika listrik kembali, rectifier mengisi ulang baterai.

Durasi backup ditentukan oleh kapasitas baterai dan profil beban. Sistem dapat dirancang untuk kebutuhan beberapa menit hingga beberapa jam.

7. DC load dan panel distribusi

Output rectifier kemudian disalurkan menuju DC distribution cabinet. Dari panel distribusi, energi DC dibagi ke beberapa feeder sesuai kebutuhan fasilitas.

Setiap feeder dapat dilengkapi breaker tersendiri untuk menyuplai:

  • Panel relay proteksi.
  • Switchgear.
  • Control panel.
  • Sistem komunikasi.
  • Emergency lighting.
  • Peralatan DCS.
  • Peralatan SCADA.
  • Beban DC lainnya.

Spesifikasi Rectifier 110 VDC 300 Ampere 3SCR110-300A

Berikut spesifikasi utama yang dapat digunakan sebagai acuan awal desain.

Parameter Spesifikasi
Model 3SCR110-300A
Jenis Industrial Battery Charger 3 Phase
Tegangan input 380/400/415 VAC
Jumlah fase 3 phase
Frekuensi 50/60 Hz
Toleransi tegangan input ±15%
Tegangan output nominal 110 VDC
Arus output 300 A
Tegangan maksimal melalui dropper Sekitar 121 VDC
Regulasi tegangan ±1%
Ripple tanpa baterai Di bawah 5%
Ripple dengan baterai Di bawah 1%
Arus pengisian Dapat diatur 1–300 A
Float charge Sekitar 121 VDC
Boost charge Sekitar 132 VDC
Battery test voltage Sekitar 110 VDC
Output breaker 1 × 400 A MCCB
Sistem kontrol 16-bit DSP
Display Graphic LCD
Komunikasi RS232, dry relay, RS485 RTU
Dimensi kabinet 900 × 800 × 2.000 mm
Berat Sekitar 450 kg
Protection degree IP21
Suhu operasi 0 sampai +40°C
Suhu penyimpanan -25 sampai +55°C
Tingkat kebisingan Di bawah 60 dB
Standar IEC/EN 60146-1-1

Spesifikasi tabel teknis menunjukkan keluaran nominal 110 VDC dengan arus 300A, regulasi tegangan ±1%, ripple kurang dari 5% tanpa baterai dan kurang dari 1% ketika baterai terhubung. Kabinet menggunakan desain stand-floor dengan dimensi 900 × 800 × 2.000 mm.

Spesifikasi final tetap perlu disesuaikan dengan single line diagram, kapasitas baterai, jumlah feeder, tingkat proteksi IP, lingkungan pemasangan, dan filosofi redundansi proyek.


faf873f0 3087 4e96 aa5b aeb70b1ae676

Sistem Pengisian Baterai

Rectifier 3SCR110-300A dirancang untuk mengelola baterai secara otomatis. Mode pengisian utama meliputi float charge, boost charge, dan battery test.

Float charge

Float charge merupakan mode normal ketika baterai telah penuh dan sistem berada dalam kondisi standby.

Tujuan float charge adalah:

  • Mempertahankan kapasitas baterai.
  • Mengimbangi self-discharge.
  • Menjaga baterai selalu siap.
  • Mencegah baterai mengalami discharge selama standby.

Tegangan float sistem tercantum sekitar 121 VDC. Nilai aktual harus disesuaikan dengan jumlah sel, jenis baterai, suhu, dan rekomendasi produsen baterai.

Boost charge

Boost charge digunakan setelah baterai mengalami discharge atau ketika dibutuhkan proses pemulihan kapasitas yang lebih cepat.

Tegangan boost sistem tercantum sekitar 132 VDC. Mode ini dapat diprogram dan dikontrol oleh rectifier.

Boost charge tidak boleh diterapkan tanpa batas waktu. Sistem harus mengembalikan baterai ke mode float setelah kondisi pengisian terpenuhi untuk mencegah overcharging.

Battery test

Fungsi battery test digunakan untuk mengevaluasi kesiapan bank baterai. Tegangan pengujian sistem berada di sekitar 110 VDC.

Pengujian dapat membantu mendeteksi:

  • Kapasitas baterai yang menurun.
  • Koneksi baterai terputus.
  • Tegangan string abnormal.
  • Baterai gagal mempertahankan beban.
  • Ketidakseimbangan pada sistem baterai.

Penjadwalan battery test perlu dilakukan berdasarkan prosedur pemeliharaan fasilitas dan rekomendasi produsen baterai.


Jenis Baterai yang Didukung

Rectifier 110 VDC 300A dapat dikonfigurasi untuk beberapa teknologi baterai.

Baterai VRLA

VRLA atau Valve Regulated Lead Acid umum digunakan karena:

  • Perawatan relatif rendah.
  • Tidak memerlukan penambahan air secara rutin.
  • Cocok untuk ruangan panel dan battery room.
  • Tersedia dalam banyak pilihan kapasitas.
  • Mudah diperoleh dan diganti.

VRLA cocok untuk kebutuhan backup dengan waktu discharge menengah hingga panjang.

Baterai GEL

Baterai GEL menggunakan elektrolit berbentuk gel. Jenis ini memiliki karakter discharge yang baik dan dapat digunakan untuk sistem stationary tertentu.

Pengaturan charger harus disesuaikan dengan batas tegangan pengisian baterai GEL.

Baterai OPzV

OPzV merupakan baterai tubular plate dengan elektrolit gel. Baterai ini umum dipilih untuk sistem dengan:

  • Kebutuhan umur panjang.
  • Operasi stationary.
  • Waktu backup panjang.
  • Siklus discharge lebih berat.

Baterai OPzS

OPzS adalah baterai tubular flooded. Jenis ini membutuhkan ruang baterai dan pemeliharaan yang lebih terencana, tetapi dapat memberikan umur operasi yang panjang.

Baterai Nickel-Cadmium

Baterai Ni-Cd sering dipilih untuk lingkungan industri berat karena:

  • Tahan terhadap variasi suhu.
  • Mampu memberikan arus tinggi.
  • Memiliki umur operasi panjang.
  • Cocok untuk fasilitas kritis.
  • Lebih toleran terhadap kondisi discharge berat.

Katalog mencantumkan konfigurasi umum sekitar 54–55 sel untuk lead-acid dan sekitar 87–92 sel untuk Ni-Cd. Jumlah sel final harus dihitung berdasarkan rentang tegangan baterai, tegangan minimum beban, setelan float, setelan boost, dan penggunaan dropper diode.


Bagaimana Menentukan Kapasitas Baterai?

Kapasitas bank baterai tidak boleh ditentukan hanya berdasarkan arus rectifier 300A. Kapasitas baterai harus dihitung dari kebutuhan energi beban selama periode backup.

Data yang perlu disiapkan antara lain:

  • Beban DC kontinu.
  • Beban sesaat.
  • Arus trip circuit breaker.
  • Arus closing circuit breaker.
  • Jumlah operasi breaker.
  • Durasi backup.
  • Tegangan minimum peralatan.
  • Suhu minimum ruang baterai.
  • Faktor penuaan baterai.
  • Faktor desain.
  • Margin ekspansi.

Secara sederhana, kebutuhan dasar dapat diperkirakan menggunakan hubungan:

Kapasitas baterai ≈ arus beban × waktu backup

Namun, hasil tersebut belum memperhitungkan efisiensi, karakter discharge, tegangan akhir, aging factor, dan temperature correction. Untuk proyek gardu atau pembangkit, perhitungan sebaiknya dilakukan berdasarkan load profile dan metode perhitungan baterai yang berlaku pada proyek.

Contoh sederhana

Misalnya beban kontinu adalah 50A dan waktu backup yang dibutuhkan 4 jam.

Perhitungan awal:

50A × 4 jam = 200Ah

Nilai 200Ah belum dapat langsung digunakan sebagai kapasitas final. Kapasitas perlu ditambah untuk:

  • Faktor umur.
  • Faktor suhu.
  • Margin desain.
  • Beban sesaat.
  • Karakter discharge baterai.
  • Kapasitas yang tidak boleh digunakan sampai 100%.

Kapasitas aktual dapat menjadi lebih besar dari 200Ah tergantung standar desain dan jenis baterai.


Arus Output 300A Bukan Berarti Seluruhnya untuk Charging

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap seluruh kapasitas rectifier 300A digunakan untuk mengisi baterai.

Padahal, output rectifier dibagi untuk:

  1. Menyuplai beban DC.
  2. Mengisi baterai.
  3. Menyediakan margin operasi.

Sebagai contoh, jika beban kontinu menggunakan 180A dan arus pengisian disetel 80A, total kebutuhan menjadi sekitar 260A. Sisa kapasitas dapat menjadi margin terhadap perubahan beban atau kondisi transien.

Karena itu, pemilihan kapasitas rectifier sebaiknya mengikuti prinsip:

Kapasitas rectifier ≥ arus beban maksimum + arus charging yang diperlukan + margin

Arus pengisian juga tidak boleh melebihi rekomendasi produsen baterai. Baterai berkapasitas kecil tidak boleh diisi menggunakan arus terlalu tinggi hanya karena rectifier memiliki kemampuan hingga 300A.


Sistem Kontrol dan Graphic LCD

Rectifier dilengkapi kontrol 16-bit DSP dan graphic LCD. Sistem ini digunakan untuk mengendalikan operasi charger sekaligus memudahkan operator melakukan monitoring.

Parameter yang dapat dipantau antara lain:

  • Tegangan input.
  • Arus input.
  • Tegangan output.
  • Arus output.
  • Tegangan baterai.
  • Arus baterai.
  • Mode float charge.
  • Mode boost charge.
  • Status battery test.
  • Kondisi breaker.
  • Alarm suhu.
  • Alarm kebocoran DC.
  • Alarm baterai.

Graphic LCD memberikan informasi yang lebih jelas dibandingkan indikator analog sederhana. Operator dapat melakukan evaluasi kondisi rectifier tanpa membuka kabinet.

Selain LCD, unit juga menyediakan status dan alarm LED pada bagian depan. Indikator ini membantu teknisi mengenali kondisi operasi dengan cepat.


Integrasi SCADA dan DCS

Untuk fasilitas industri, monitoring jarak jauh merupakan bagian penting dari sistem keandalan. Rectifier 3SCR110-300A menyediakan beberapa pilihan komunikasi:

  • RS232.
  • RS485.
  • RS485 RTU.
  • Programmable dry relay contact.

Katalog menunjukkan hingga 16 dry relay contact yang dapat diprogram untuk berbagai status dan alarm.

Beberapa status yang dapat dikirimkan meliputi:

  • Rectifier start atau stop.
  • Overtemperature.
  • Input breaker off.
  • Battery breaker off.
  • Load breaker off.
  • High battery voltage.
  • Low battery voltage.
  • Fan error.
  • Battery line disconnected.
  • Reverse battery.
  • Battery general fault.
  • Positive DC leakage.
  • Negative DC leakage.
  • Mains on atau off.
  • Mains high.
  • Mains low.
  • Boost charge active.
  • Float charge active.
  • General error.

Informasi tersebut dapat diteruskan ke:

  • SCADA.
  • DCS.
  • Building management system.
  • Remote terminal unit.
  • Annunciator panel.
  • Control room.

Dengan integrasi ini, tim operasi dapat mengetahui gangguan tanpa harus selalu melakukan inspeksi fisik ke ruang rectifier.


Sistem Proteksi Rectifier

Rectifier untuk fasilitas kritis harus memiliki proteksi pada sisi AC, DC, baterai, dan perangkat internal.

Proteksi sisi input AC

Proteksi input meliputi:

  • Input mains surge protection.
  • Input circuit breaker.
  • Fuse protection.
  • Phase failure.
  • Mains high voltage.
  • Mains low voltage.
  • Emergency stop.

Input surge protection membantu melindungi perangkat dari lonjakan tegangan akibat switching atau gangguan jaringan.

Proteksi sisi output DC

Proteksi output meliputi:

  • DC high voltage.
  • DC low voltage.
  • Output short circuit.
  • Overload.
  • Current limiting.
  • DC surge protection.
  • Overtemperature.

Proteksi ini membantu mencegah kerusakan pada rectifier dan peralatan yang disuplai.

Proteksi baterai

Pada sisi baterai tersedia:

  • Battery breaker.
  • Reverse battery protection.
  • Battery disconnected alarm.
  • Battery high voltage.
  • Battery low voltage.
  • Battery fault monitoring.
  • Battery test function.

Reverse battery protection sangat penting untuk mencegah kerusakan akibat kesalahan polaritas ketika pemasangan atau pemeliharaan.

Proteksi kebocoran DC ke ground

Sistem menyediakan monitoring kebocoran:

  • DC positif ke ground.
  • DC negatif ke ground.
  • Alarm kebocoran gabungan.

Pada sistem DC tidak dibumikan secara langsung, satu titik gangguan ke ground mungkin belum langsung memutus suplai. Namun, gangguan kedua dapat menyebabkan hubungan singkat. Karena itu, DC leakage monitoring sangat penting untuk mendeteksi gangguan lebih awal.


Konfigurasi Single Rectifier

Konfigurasi single menggunakan satu charger dan satu jalur rectifier.

Susunannya meliputi:

  • Satu sumber input AC.
  • Satu input breaker.
  • Satu isolation transformer.
  • Satu thyristor rectifier.
  • Satu battery bank.
  • Satu output bus DC.
  • Panel distribusi DC.

Konfigurasi single lebih sederhana dan ekonomis. Sistem ini dapat digunakan pada fasilitas yang masih dapat menerima risiko downtime terbatas atau memiliki sumber cadangan di tingkat lain.

Namun, apabila rectifier mengalami kerusakan ketika baterai dalam kondisi lemah, kontinuitas suplai dapat terganggu. Karena itu, konfigurasi ini harus dipilih berdasarkan hasil analisis risiko.


faf873f0 3087 4e96 aa5b aeb70b1ae676

Konfigurasi Redundant Rectifier

Pada fasilitas kritis, dua charger dapat digunakan dalam konfigurasi redundant.

Diagram redundant pada katalog memperlihatkan:

  • Rectifier 1.
  • Rectifier 2.
  • Battery bank 1.
  • Battery bank 2.
  • Bus A.
  • Bus B.
  • A–B coupling.
  • Blocker diode.
  • Main breaker.
  • DC distribution cabinet.

Jika salah satu rectifier gagal, rectifier lain tetap dapat mendukung sistem sesuai desain kapasitas. Konfigurasi redundant dapat dirancang sebagai:

  • Duty–standby.
  • Parallel redundant.
  • Dual charger single battery bank.
  • Dual charger dual battery bank.
  • Dual bus dengan bus coupler.

Kapan sistem redundant diperlukan?

Konfigurasi redundant direkomendasikan pada:

  • Gardu induk.
  • Pembangkit listrik.
  • Kilang minyak.
  • Fasilitas gas.
  • Industri proses kontinu.
  • Pertambangan.
  • Infrastruktur transportasi.
  • Sistem keselamatan.
  • Pusat komunikasi.
  • Lokasi terpencil.

Pemilihan sistem redundansi harus mempertimbangkan apakah satu charger mampu menyuplai seluruh beban sekaligus mengisi baterai ketika charger lain tidak beroperasi.


Konstruksi Kabinet

Rectifier menggunakan kabinet stand-floor dengan dimensi sekitar:

  • Lebar: 900 mm.
  • Kedalaman: 800 mm.
  • Tinggi: 2.000 mm.
  • Berat: sekitar 450 kg.

Kabinet dilengkapi:

  • Front access.
  • Bottom cable entry.
  • Graphic LCD.
  • Lamp indicator.
  • Ventilasi.
  • Fan cooling dengan thermostat.
  • Cabinet heater.
  • Sistem penguncian.
  • Cabinet lighting.
  • Komponen proteksi internal.

Cabinet heater membantu mencegah kondensasi di dalam panel. Kondensasi dapat menyebabkan korosi, tracking listrik, dan kerusakan komponen elektronik, terutama di lingkungan dengan kelembapan tinggi.

Tingkat proteksi standar tercantum IP21. Untuk lokasi dengan debu, kelembapan, atau risiko paparan air yang lebih tinggi, tingkat IP kabinet perlu disesuaikan.


Aplikasi Rectifier 110 VDC 300A

1. Pembangkit listrik

Rectifier dapat digunakan pada:

  • Pembangkit tenaga air.
  • Pembangkit tenaga uap.
  • Pembangkit gas.
  • Pembangkit geothermal.
  • Pembangkit biomassa.
  • Pembangkit tenaga angin.

Sistem DC berfungsi menyuplai relay, breaker, kontrol turbin, annunciator, dan emergency system.

2. Gardu induk

Pada gardu induk, rectifier 110 VDC dapat mendukung:

  • Trip circuit breaker.
  • Closing circuit breaker.
  • Relay proteksi.
  • Panel kontrol.
  • Sistem komunikasi.
  • RTU dan SCADA.
  • Emergency lighting.

3. Pabrik industri

Pada pabrik, sistem dapat digunakan untuk:

  • Panel kontrol proses.
  • Switchgear.
  • Emergency shutdown.
  • DCS.
  • Sistem keamanan.
  • Peralatan instrumentasi tertentu.

4. Minyak dan gas

Aplikasinya mencakup:

  • Pipeline control station.
  • Compressor station.
  • Valve control.
  • Emergency shutdown system.
  • Communication system.
  • Control room.

5. Sistem transportasi

Rectifier industri dapat digunakan pada:

  • Metro station.
  • Railway control system.
  • Signaling support.
  • Pusat kontrol energi.
  • Emergency lighting.

6. Pertambangan

Pada area pertambangan, rectifier dapat menyuplai sistem kontrol dan proteksi pada switchgear, substation, crusher plant, conveyor system, dan pusat komunikasi.


Keunggulan Rectifier 3SCR110-300A

Output besar hingga 300 ampere

Kapasitas ini cocok untuk instalasi dengan beban DC besar atau bank baterai yang membutuhkan arus pengisian tinggi.

Menggunakan isolation transformer

Isolation transformer meningkatkan keamanan dan memisahkan gangguan dari sisi jaringan AC.

Teknologi thyristor industrial

Thyristor memungkinkan kontrol tegangan dan arus yang stabil untuk operasi kontinu.

Mode charging terprogram

Float charge, boost charge, dan battery test dapat dikelola melalui sistem kontrol.

Monitoring lengkap

Operator dapat memantau tegangan dan arus input, output, serta baterai.

Dukungan integrasi SCADA

Dry contact dan komunikasi serial memudahkan pemantauan dari control room.

Kompatibel dengan berbagai baterai

Sistem dapat disesuaikan untuk VRLA, GEL, OPzV, OPzS, atau Ni-Cd.

Proteksi menyeluruh

Proteksi meliputi overload, overtemperature, short circuit, surge, reverse battery, phase failure, dan DC leakage.

Dapat dirancang redundant

Konfigurasi dua charger dapat meningkatkan kontinuitas untuk sistem kritis.


Data yang Diperlukan Sebelum Memesan Rectifier

Sebelum menentukan spesifikasi final, calon pengguna sebaiknya menyiapkan:

  1. Tegangan input AC.
  2. Frekuensi sistem.
  3. Tegangan output DC.
  4. Beban DC kontinu.
  5. Beban DC maksimum.
  6. Daftar beban sesaat.
  7. Waktu backup.
  8. Jenis baterai.
  9. Kapasitas baterai.
  10. Jumlah sel baterai.
  11. Tegangan float dan boost yang dibutuhkan.
  12. Jumlah feeder output.
  13. Rating breaker setiap feeder.
  14. Kebutuhan single atau redundant.
  15. Protokol komunikasi.
  16. Daftar alarm SCADA.
  17. Tingkat proteksi IP.
  18. Suhu dan kelembapan lokasi.
  19. Kebutuhan seismic rack.
  20. Single line diagram existing.

Dengan data tersebut, rectifier dapat dikonfigurasi sesuai kondisi proyek dan tidak hanya berdasarkan kapasitas nominal.


Kesalahan Umum dalam Memilih Rectifier

Hanya melihat tegangan 110 VDC

Dua rectifier dengan tegangan sama belum tentu memiliki kemampuan, proteksi, dan sistem kontrol yang sama.

Tidak menghitung arus pengisian baterai

Rectifier harus mampu menyuplai beban dan mengisi baterai secara bersamaan.

Mengabaikan beban sesaat

Trip coil dan closing coil dapat membutuhkan arus besar dalam waktu singkat.

Salah memilih jumlah sel

Jumlah sel yang salah dapat menyebabkan tegangan float atau boost tidak sesuai.

Tidak memperhitungkan tegangan maksimum beban

Tegangan boost dapat lebih tinggi dari batas perangkat kontrol. Karena itu, dropper diode atau metode regulasi lain mungkin diperlukan.

Mengabaikan redundansi

Pada fasilitas kritis, kegagalan satu rectifier tidak boleh menyebabkan hilangnya seluruh sistem DC.

Tidak menyiapkan alarm SCADA

Tanpa monitoring, gangguan dapat diketahui terlambat.

Tidak menyesuaikan lingkungan instalasi

Kabinet IP21 mungkin tidak sesuai untuk area berdebu atau basah tanpa peningkatan proteksi.


Perawatan Rectifier dan Bank Baterai

Walaupun rectifier bekerja otomatis, inspeksi rutin tetap diperlukan.

Pemeriksaan berkala meliputi:

  • Kebersihan kabinet.
  • Kondisi fan.
  • Fungsi heater.
  • Kekencangan terminal.
  • Suhu sambungan.
  • Kondisi breaker.
  • Tegangan input.
  • Tegangan output.
  • Arus beban.
  • Tegangan float.
  • Tegangan setiap baterai atau sel.
  • Alarm DC leakage.
  • Riwayat fault.
  • Fungsi komunikasi SCADA.
  • Pengujian bank baterai.

Pemeriksaan thermal menggunakan infrared camera juga dapat membantu mendeteksi sambungan longgar atau komponen yang mengalami panas berlebih.


Kesimpulan

Rectifier 110 VDC 300 Ampere 3SCR110-300A merupakan solusi industrial battery charger untuk sistem DC berkapasitas besar. Unit ini mengubah sumber AC tiga fase menjadi tegangan DC stabil, menyuplai beban secara kontinu, mengisi bank baterai, dan menjaga sistem tetap beroperasi ketika listrik utama padam.

Dengan isolation transformer, teknologi thyristor, kontrol DSP, graphic LCD, programmable float dan boost charge, komunikasi RS485, dry relay contact, serta proteksi lengkap, rectifier ini sesuai untuk gardu induk, pembangkit, pabrik, pertambangan, minyak dan gas, transportasi, SCADA, serta DCS.

Pemilihan rectifier tidak boleh hanya berdasarkan tegangan dan arus nominal. Kapasitas beban, waktu backup, teknologi baterai, jumlah sel, arus charging, tingkat redundansi, jumlah feeder, dan kebutuhan komunikasi harus dianalisis secara menyeluruh.

Membutuhkan Rectifier 110 VDC 300 Ampere untuk sistem industri? Konsultasikan single line diagram, daftar beban DC, jenis baterai, kebutuhan backup, dan konfigurasi sistem Anda melalui www.solusibattery.com. Tim DBSN Group dapat membantu menyiapkan spesifikasi teknis dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan proyek.

faf873f0 3087 4e96 aa5b aeb70b1ae676

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Rectifier 110 VDC 300 Ampere 3SCR110-300A untuk Sistem DC Industri”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like…

//
Tim dukungan pelanggan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja!