Rectifier 110 VDC 30 Amper dengan Baterai VRLA 12V 65Ah (9 Unit) untuk Sistem DC Industri

Rp1,00

Rectifier 110 VDC 30 Amper adalah sistem DC power supply industri yang dirancang untuk memastikan suplai tegangan 110VDC tetap stabil dan andal pada aplikasi kritikal seperti substation PLN, panel proteksi relay, switchgear, oil & gas platform, hingga fasilitas manufaktur berat. Menggunakan isolation transformer untuk galvanic isolation dan teknologi fully controlled thyristor, sistem ini mampu menghasilkan output DC yang stabil dengan distorsi harmonisa rendah.

Dikombinasikan dengan battery bank 110V berbasis 9 unit VRLA AGM 12V 65Ah, rectifier ini berfungsi sebagai charger sekaligus penyedia daya beban secara simultan. Saat listrik PLN aktif, sistem bekerja dalam mode float charging. Ketika terjadi blackout, baterai langsung menyuplai beban tanpa jeda.

Dilengkapi monitoring digital, alarm system, proteksi short circuit, overcharge, dan reverse polarity, Rectifier 110 VDC 30 Amper menjadi solusi ideal untuk menjaga kontinuitas operasional dan keamanan sistem DC industri dalam jangka panjang.

wws Maya / Pre-sale Questions Need Help? Contact Us via WhatsApp

Rectifier 110 VDC 30 Amper untuk Sistem DC Industri yang Stabil dan Andal

Rectifier 110 VDC 30 Amper merupakan komponen vital dalam sistem DC industri yang menuntut keandalan tinggi, stabilitas tegangan, dan kontinuitas suplai tanpa gangguan. Pada sektor seperti power plant, substation, oil & gas, railway, hingga data center, sistem DC bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi tulang punggung operasional untuk panel proteksi, relay, kontrol otomatisasi, dan sistem keamanan.

Sistem proteksi industri sangat bergantung pada suplai DC yang stabil. Jika terjadi kehilangan suplai pada panel proteksi atau relay akibat kegagalan listrik AC, risiko yang muncul bisa sangat besar: trip tidak terkendali, kegagalan proteksi, bahkan shutdown sistem secara total. Dalam kondisi inilah peran rectifier 110VDC yang dikombinasikan dengan battery bank menjadi krusial untuk menjaga operasional tetap berjalan.

Rectifier berfungsi sebagai konverter AC ke DC sekaligus charger baterai industri. Ketika listrik utama tersedia, rectifier menyuplai beban sekaligus mengisi baterai dalam mode float. Saat listrik padam, battery bank langsung mengambil alih tanpa jeda. Inilah konsep dasar dari sistem DC power supply 110V yang andal untuk kebutuhan industri berat.


Apa Itu Rectifier 110 VDC 30A?

Secara teknis, rectifier 110 VDC 30A adalah perangkat konversi daya yang mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC 110 volt dengan kapasitas arus maksimal 30 ampere. Berdasarkan spesifikasi pada brosur SWADEN Rectifier , sistem ini dirancang untuk kebutuhan industri skala menengah hingga besar.

Spesifikasi Utama:

  • Single Phase Input: 220–240V ±10%
  • Three Phase Input: 380–400V ±10%
  • Output Voltage: 110 VDC
  • Current Rating: 30A
  • Isolation Transformer
  • Fully Controlled Thyristor Technology
  • Monitoring & Alarm System

Konfigurasi ini memungkinkan sistem digunakan baik pada instalasi satu fasa maupun tiga fasa, sehingga fleksibel untuk berbagai proyek industri, termasuk substation PLN dan fasilitas manufaktur.

Teknologi Isolation Transformer

Penggunaan isolation transformer memberikan galvanic isolation antara sisi input dan output. Hal ini meningkatkan keamanan sistem dan mengurangi risiko gangguan listrik seperti ground fault atau lonjakan tegangan.

Seorang praktisi power electronics menyatakan:

“Isolation pada sistem DC industri bukan hanya soal keamanan, tetapi juga stabilitas jangka panjang terhadap gangguan harmonisa dan noise.”

Hal ini sejalan dengan kebutuhan sistem kontrol industri yang sensitif terhadap fluktuasi tegangan.


Fully Controlled Thyristor untuk Efisiensi dan Stabilitas

Rectifier ini menggunakan fully controlled thyristor technology, yang memungkinkan pengaturan tegangan dan arus secara presisi. Teknologi ini umum digunakan pada sistem rectifier industri karena:

  • Kontrol output lebih stabil
  • Efisiensi konversi tinggi
  • Kemampuan menangani beban dinamis
  • Mengurangi ripple pada sistem DC

Dalam aplikasi seperti sistem proteksi relay dan panel kontrol, ripple yang rendah sangat penting untuk menjaga akurasi pembacaan dan kestabilan komponen elektronik.


Sistem Proteksi Lengkap untuk Operasional Aman

Keandalan sistem DC power 110V tidak hanya ditentukan oleh output tegangan, tetapi juga oleh sistem proteksi internal. Berdasarkan referensi brosur , rectifier ini dilengkapi fitur proteksi berikut:

✔ Soft Start Function

Mengurangi lonjakan arus awal saat sistem dinyalakan.

✔ Surge Suppressor

Melindungi sistem dari spike atau transient voltage akibat petir atau switching.

✔ Short Circuit Protection

Mencegah kerusakan akibat hubungan singkat pada sisi output.

✔ Battery Reverse Polarity Protection

Melindungi sistem jika terjadi kesalahan pemasangan polaritas baterai.

✔ Current Limiting 105%

Membatasi arus maksimum untuk mencegah overload.

Fitur-fitur ini menjadikan rectifier panel 110V industri lebih aman dan tahan terhadap kondisi lapangan yang fluktuatif.


Rectifier sebagai Charger dan Power Supply Beban DC

Salah satu keunggulan utama sistem ini adalah kemampuannya bekerja secara simultan:

  • Menyuplai beban DC
  • Mengisi battery bank
  • Mengatur mode float dan boost

Pada kondisi normal (PLN ON):

  • Rectifier menyuplai beban DC.
  • Baterai di-charge pada mode float.

Pada kondisi listrik padam:

  • Battery bank 110V langsung menyuplai beban tanpa delay.
  • Sistem tetap aktif tanpa trip.

Ketika listrik kembali:

  • Rectifier masuk ke mode boost charging.
  • Setelah baterai penuh, kembali ke mode float.

Konsep ini dikenal sebagai simultaneous supply system, yang sangat penting untuk aplikasi seperti:

  • Panel proteksi gardu induk
  • Sistem kontrol turbin
  • Sistem alarm kebakaran
  • Infrastruktur MRT dan railway

Monitoring & Alarm System untuk Kendali Penuh

Rectifier 110 VDC 30A dilengkapi sistem monitoring yang memungkinkan operator memantau kondisi secara real-time.

Fitur kontrol meliputi:

  • Analog / Digital / LCD Display
  • Input MCB
  • DC Output MCB
  • Battery MCB
  • LED Status Indicator
  • Float / Auto / Manual Boost Switch
  • Optional JBUS / Modbus Communication

Sistem alarm akan aktif jika terjadi:

  • Over voltage
  • Under voltage
  • Over current
  • Failure charging
  • Gangguan baterai

Monitoring yang terintegrasi ini membuat sistem cocok untuk integrasi dengan SCADA atau sistem manajemen energi industri.


Mengapa Sistem DC 110V Sangat Penting di Industri?

Banyak yang bertanya: Mengapa industri menggunakan sistem 110VDC, bukan AC biasa?

Jawabannya berkaitan dengan keandalan dan stabilitas. Sistem DC lebih stabil untuk kontrol dan proteksi karena:

  • Tidak terpengaruh fase AC
  • Respon lebih cepat
  • Cocok untuk relay dan sistem trip
  • Lebih tahan terhadap fluktuasi beban

Dalam sistem transmisi dan distribusi listrik, kehilangan suplai DC bisa berarti kegagalan proteksi total. Oleh karena itu, investasi pada charger baterai 110VDC yang andal bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan.


Aplikasi Nyata Rectifier 110VDC 30A

Berdasarkan segmentasi industri pada brosur , sistem ini cocok untuk:

  • Power Plant
  • Transmission & Distribution
  • Oil & Gas Onshore / Offshore
  • MRT & Railway
  • Data Center & Control System
  • Hospital & Fire Alarm System
  • Defence & Airport

Dalam proyek-proyek ini, rectifier 110V 30A sering dikombinasikan dengan battery bank VRLA 110V untuk menyediakan backup selama 1–3 jam tergantung kapasitas baterai dan beban sistem.


Insight Teknis untuk Perencanaan Proyek

Dalam merancang sistem DC industri, beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:

  • Hitung total beban DC aktual
  • Tentukan kapasitas backup time
  • Sesuaikan rating arus rectifier dengan margin keamanan
  • Pastikan ventilasi panel memadai
  • Integrasikan sistem dengan alarm monitoring

Konsultan sistem tenaga sering menekankan:

“Kesalahan umum dalam sistem DC industri adalah under-sizing rectifier atau tidak memperhitungkan aging battery.”

Karena itu, pemilihan rectifier 110 VDC 30 Amper harus mempertimbangkan kebutuhan ekspansi dan faktor keamanan jangka panjang.


Dengan spesifikasi teknis yang lengkap, proteksi menyeluruh, teknologi thyristor terkontrol, serta sistem monitoring terintegrasi, Rectifier 110 VDC 30 Amper menjadi solusi ideal untuk menjaga stabilitas dan kontinuitas sistem DC industri.

battery pack lithium lifepo4 25.6 vdc 40 ah untuk pju tenaga surya

Rectifier 110 VDC 30 Amper dan Konfigurasi Battery Bank 110 VDC (9 Unit VRLA 12V 65Ah)

Rectifier 110 VDC 30 Amper tidak dapat dipisahkan dari konfigurasi battery bank yang tepat. Dalam sistem DC industri, kombinasi antara charger baterai 110VDC dan bank baterai VRLA menjadi fondasi utama untuk memastikan suplai tetap stabil saat terjadi gangguan listrik. Salah satu konfigurasi yang umum digunakan adalah 9 unit baterai VRLA 12V 65Ah tipe ES65-12 dari Sebang Global Battery (Rocket).

Berdasarkan datasheet Copy of ES65-12 , baterai ini memiliki spesifikasi utama sebagai berikut:

  • Tegangan nominal: 12V
  • Kapasitas: 65Ah @20hr
  • Design life: 7–10 tahun pada 25°C
  • Internal resistance: ±8 mΩ
  • Max discharge: 650A (5 detik)
  • Teknologi: Maintenance-free AGM (Absorbent Glass Mat)

Spesifikasi tersebut menjadikan baterai ini ideal untuk aplikasi sistem DC power 110V pada industri seperti substation, panel proteksi, hingga oil & gas facility.


Mengapa Menggunakan 9 Unit Baterai Seri untuk Sistem 110VDC?

Pada praktiknya, sistem battery bank 110V VRLA biasanya menggunakan 9 baterai 12V yang dirangkai secara seri.

Perhitungan Dasar:

9 unit × 12V = 108V nominal

Walaupun secara matematis menghasilkan 108V, dalam sistem DC industri nilai ini dikategorikan sebagai sistem 110VDC. Tegangan operasional sebenarnya diatur melalui mode charging rectifier:

  • Float voltage sistem: ±123–125V
  • Boost voltage sistem: ±130–135V

Pengaturan ini memastikan baterai tetap berada pada kondisi optimal tanpa overcharge atau undercharge.

Menurut pengalaman lapangan, sistem 110VDC dengan 9 baterai seri lebih stabil dibanding konfigurasi dengan jumlah sel berbeda, karena keseimbangan antara kapasitas, ukuran panel, dan efisiensi charging lebih terjaga. Pemilihan konfigurasi ini bukan hanya soal angka tegangan, tetapi juga soal kompatibilitas dengan standar industri proteksi.


Fungsi Battery Bank sebagai Buffer Saat Blackout

Dalam sistem rectifier panel 110V industri, battery bank berfungsi sebagai buffer energi.

Saat listrik PLN aktif:

  • Rectifier menyuplai beban DC.
  • Baterai berada dalam mode float charge.

Saat listrik PLN padam:

  • Battery bank langsung menyuplai beban.
  • Tidak ada jeda transisi.
  • Sistem proteksi tetap aktif.

Buffer inilah yang menjadi “jantung cadangan” sistem DC. Tanpa battery bank yang memadai, sistem proteksi relay bisa gagal bekerja saat gangguan terjadi.

Banyak engineer sepakat bahwa dalam sistem transmisi dan distribusi, kegagalan suplai DC lebih berbahaya dibanding gangguan AC. Karena itu, memilih baterai dengan internal resistance rendah (±8 mΩ) seperti ES65-12 sangat penting untuk memastikan respon cepat saat beban mendadak.


Estimasi Backup Time Battery Bank 110V 65Ah

Salah satu query turunan yang sering muncul adalah: Berapa lama backup time battery bank 110V 65Ah?

Mari kita hitung secara sederhana.

Contoh 1 – Beban 10A

Kapasitas baterai: 65Ah

65Ah ÷ 10A = ±6,5 jam (teoritis)

Dengan mempertimbangkan:

  • Efisiensi sistem
  • Cut-off voltage
  • Aging battery

Backup realistis: ±4–5 jam


Contoh 2 – Beban 20A

65Ah ÷ 20A = ±3,25 jam (teoritis)

Backup realistis: ±2–2,5 jam

Namun perlu diingat, discharge rate mempengaruhi kapasitas aktual. Semakin besar arus beban, kapasitas efektif akan menurun. Di sinilah keunggulan baterai dengan kemampuan max discharge 650A (5 detik) menjadi penting untuk menangani lonjakan arus sesaat.

Dalam praktik proyek, selalu disarankan memberi margin 20–30% di atas kebutuhan aktual. Sistem DC industri tidak boleh dirancang dalam kondisi mepet kapasitas.


Cara Kerja Sistem Rectifier + Battery Bank

Kombinasi Rectifier 110 VDC 30 Amper dan battery bank 9 unit VRLA bekerja dalam tiga kondisi utama:


1️⃣ PLN ON – Mode Normal

  • Rectifier menerima input AC.
  • Output 110VDC menyuplai beban.
  • Baterai di-charge dalam mode float.

Mode float menjaga tegangan pada kisaran 123–125V agar baterai tetap penuh tanpa mempercepat degradasi.


2️⃣ PLN OFF – Mode Backup

  • Rectifier berhenti menerima suplai AC.
  • Battery bank langsung menyuplai beban DC.
  • Tidak ada switching delay karena sistem bersifat parallel buffering.

Inilah yang membuat sistem DC power 110V lebih unggul dibanding backup berbasis relay switching manual.


3️⃣ PLN Kembali – Mode Recovery

  • Rectifier kembali aktif.
  • Sistem masuk mode boost charging (±130–135V).
  • Setelah baterai terisi, kembali ke mode float.

Transisi otomatis ini menjaga umur baterai tetap optimal.


Fitur Kontrol pada Rectifier 110VDC

Agar sistem berjalan stabil, rectifier dilengkapi beberapa mode dan fitur kontrol:

✔ Float / Auto / Manual Boost Switch

  • Float untuk operasi normal.
  • Auto boost saat baterai drop.
  • Manual boost untuk kondisi khusus maintenance.

✔ Monitoring LCD

Menampilkan:

  • Tegangan output
  • Arus charging
  • Status baterai
  • Alarm system

Monitoring ini penting untuk preventive maintenance.

✔ Optional Modbus Communication

Memungkinkan integrasi dengan:

  • SCADA
  • Sistem manajemen energi
  • Remote monitoring

Dalam proyek industri modern, integrasi Modbus bukan lagi opsi tambahan, melainkan kebutuhan agar sistem DC dapat diawasi secara real-time dari control room pusat.


Faktor yang Mempengaruhi Umur Battery Bank

Walaupun design life baterai ES65-12 mencapai 7–10 tahun pada 25°C , ada beberapa faktor yang mempengaruhi performa aktual:

  • Suhu ruang panel
  • Frekuensi blackout
  • Setting tegangan float yang tidak tepat
  • Deep discharge berulang
  • Ventilasi yang buruk

Suhu di atas 25°C dapat mempercepat degradasi. Setiap kenaikan 10°C dapat memangkas umur baterai hingga setengahnya.

Dalam sistem charger baterai 110VDC, setting tegangan float yang terlalu tinggi sering menjadi penyebab utama umur baterai lebih pendek dari estimasi pabrikan.


Dengan konfigurasi 9 unit VRLA 12V 65Ah yang tepat, sistem charging terkontrol, serta monitoring terintegrasi, kombinasi ini menjadikan Rectifier 110 VDC 30 Amper solusi yang andal untuk menjaga stabilitas sistem DC industri dan memastikan operasional tetap berjalan tanpa gangguan, bahkan dalam kondisi listrik tidak stabil, sekaligus mengoptimalkan performa jangka panjang dari keseluruhan sistem Rectifier 110 VDC 30 Amper.

battery pack lithium lifepo4 25.6 vdc 40 ah untuk pju tenaga surya

Rectifier 110 VDC 30 Amper dan Keunggulan Sistemnya untuk Industri

Rectifier 110 VDC 30 Amper dirancang untuk menjawab kebutuhan sistem DC industri yang menuntut stabilitas tinggi, proteksi maksimal, dan kontinuitas tanpa kompromi. Pada sektor kelistrikan, minyak dan gas, manufaktur berat, hingga infrastruktur publik, sistem DC power 110V menjadi fondasi utama bagi panel proteksi, relay kontrol, dan sistem trip.

Keandalan sistem tidak hanya ditentukan oleh output 110VDC dan kapasitas arus 30A, tetapi juga oleh teknologi internal yang mendukung performa jangka panjang. Berikut adalah keunggulan utama yang menjadikan rectifier panel 110V industri ini unggul di kelasnya.


Keunggulan Sistem Rectifier 110 VDC untuk Industri

🔹 Galvanic Isolation (Isolation Transformer)

Isolation transformer memberikan pemisahan galvanik antara sisi input AC dan output DC. Fungsi ini sangat penting untuk:

  • Mengurangi risiko gangguan ground fault

  • Melindungi panel proteksi dari noise listrik

  • Menekan gangguan harmonisa dari jaringan utama

Dalam sistem substation PLN dan switchgear, stabilitas suplai DC adalah faktor krusial. Seorang praktisi sistem tenaga pernah menyatakan:

“Gangguan kecil pada sistem DC bisa berdampak besar pada proteksi. Isolation transformer adalah lapisan pertahanan pertama terhadap gangguan eksternal.”

Galvanic isolation juga meningkatkan keselamatan operator dan memperpanjang umur komponen elektronik.


🔹 Harmonic Reduction (6/12 Pulse Rectification)

Teknologi 6-pulse atau 12-pulse rectification membantu menurunkan distorsi harmonisa pada sistem. Ini penting karena harmonisa yang tinggi dapat menyebabkan:

  • Panas berlebih pada komponen

  • Penurunan efisiensi

  • Gangguan pada sistem kontrol

Dengan pengurangan harmonisa, charger baterai 110VDC bekerja lebih efisien dan menghasilkan output DC yang lebih stabil.


🔹 Simultaneous Supply (Beban + Baterai)

Salah satu fitur penting dari Rectifier 110 VDC 30 Amper adalah kemampuan menyuplai beban dan mengisi baterai secara bersamaan. Sistem ini bekerja dalam konfigurasi parallel buffering:

  • Beban DC tetap aktif

  • Baterai tetap terisi

  • Tidak ada jeda saat transisi listrik padam

Keunggulan ini membuat sistem sangat cocok untuk:

  • Substation PLN

  • Panel proteksi relay

  • Switchgear

  • Oil & gas platform

  • Industri manufaktur berat

Pada sektor oil & gas offshore, kehilangan suplai DC beberapa detik saja bisa berdampak pada sistem keselamatan. Karena itu, desain simultaneous supply menjadi standar pada sistem DC industri modern.


🔹 Monitoring & Alarm System

Monitoring terintegrasi memungkinkan operator memantau kondisi sistem secara real-time. Alarm akan aktif jika terjadi:

  • Over voltage

  • Under voltage

  • Over current

  • Gangguan baterai

Sistem monitoring ini sangat membantu dalam preventive maintenance dan mengurangi risiko downtime tak terduga.


Mengapa Menggunakan VRLA AGM 65Ah?

Dalam konfigurasi battery bank 110V, pemilihan baterai sangat menentukan performa sistem. Berdasarkan datasheet ES65-12

Copy of ES65-12

, baterai VRLA AGM 65Ah memiliki fitur unggulan berikut:

✔ No spill sealed construction
✔ AGM (Absorbent Glass Mat) technology
✔ Gas recombination system
✔ Maintenance free
✔ Low self discharge
✔ High recovery capacity

Lebih Aman Dibanding Flooded Battery

VRLA AGM lebih aman karena:

  • Tidak memerlukan penambahan air aki

  • Tidak menghasilkan tumpahan elektrolit

  • Minim gas berbahaya

Cocok untuk panel indoor dan ruang kontrol yang memiliki ventilasi terbatas.

Pada proyek industri, penggunaan flooded battery semakin jarang karena perawatan yang lebih rumit dan risiko kebocoran elektrolit. VRLA AGM menawarkan solusi lebih praktis dengan umur desain 7–10 tahun pada suhu 25°C

Copy of ES65-12

.


Perhitungan Backup Time (Contoh Studi)

Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam sistem DC power 110V adalah: Berapa lama backup time untuk beban tertentu?

Studi Kasus

Beban DC: 15A
Kapasitas baterai: 65Ah

Perhitungan teoritis:

65Ah ÷ 15A ≈ 4,3 jam

Namun dalam praktik, kapasitas efektif dipengaruhi oleh beberapa faktor:

  • Efisiensi sistem

  • Cut-off voltage

  • Suhu ruangan

  • Aging battery

Backup realistis berada pada kisaran ±2,5 – 3 jam.

Faktor Penting yang Perlu Diperhatikan

🔹 Temperature Effect
Suhu di atas 25°C mempercepat degradasi baterai. Setiap kenaikan 10°C dapat memangkas umur hingga 50%.

🔹 Aging Battery
Setelah 3–5 tahun, kapasitas aktual bisa turun 10–20%.

🔹 Cut-off Voltage
Menentukan batas tegangan minimum sangat penting untuk mencegah deep discharge. Deep discharge berulang akan memperpendek umur baterai secara signifikan.

Dalam desain sistem industri, menentukan cut-off voltage yang tepat sering kali lebih penting daripada sekadar mengejar kapasitas besar.


Sistem Monitoring & Proteksi Lengkap

Untuk menjaga performa jangka panjang, sistem rectifier dilengkapi fitur kontrol:

✔ Analog / Digital Display
✔ Input MCB
✔ DC Output MCB
✔ Battery MCB
✔ LED Indicator
✔ Manual Reset Alarm

Fitur ini memastikan:

  • Tidak terjadi overcharge

  • Tidak terjadi deep discharge

  • Tidak terjadi short circuit

Monitoring arus charging membantu memastikan baterai tidak mengalami overcharging yang bisa menyebabkan overheating. Sementara itu, proteksi arus lebih menjaga sistem tetap aman dari lonjakan beban mendadak.

Integrasi optional Modbus communication memungkinkan sistem terhubung ke SCADA atau sistem manajemen energi, sehingga data historis dapat dianalisis untuk perencanaan maintenance.


Aplikasi Nyata Rectifier 110V 30A

Berdasarkan aplikasi pada brosur

swaden brosur

, sistem ini banyak digunakan pada:

✔ Power Plant
✔ Transmission & Distribution
✔ MRT & Railway
✔ Hospital System
✔ Fire Alarm System
✔ Defence & Airport

Pada power plant dan transmission system, sistem DC digunakan untuk proteksi breaker dan relay. Di rumah sakit, sistem DC mendukung fire alarm dan sistem keamanan. Di sektor pertahanan dan bandara, kontinuitas suplai menjadi prioritas utama.

Dalam industri manufaktur berat, panel kontrol mesin dan sistem emergency shutdown sangat bergantung pada suplai DC yang stabil.


Dengan kombinasi galvanic isolation, harmonic reduction, simultaneous supply, serta battery bank VRLA AGM yang andal, sistem ini menghadirkan stabilitas maksimal untuk kebutuhan kritikal industri. Dukungan monitoring lengkap dan proteksi menyeluruh menjadikan sistem ini pilihan tepat bagi proyek yang membutuhkan keandalan tinggi dalam jangka panjang, sekaligus memastikan performa optimal dari keseluruhan sistem Rectifier 110 VDC 30 Amper.

battery pack lithium lifepo4 25.6 vdc 40 ah untuk pju tenaga surya

Weight 300 kg

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Rectifier 110 VDC 30 Amper dengan Baterai VRLA 12V 65Ah (9 Unit) untuk Sistem DC Industri”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like…

//
Tim dukungan pelanggan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja!